Gambar 1. Diskusi peserta dengan pengelola Desa Wisata Karangasem
Melalui kegiatan fieldwork ini, mahasiswa dari DBSMB SV UGM dan Wakayama University melakukan penelitian lapangan dengan menggali informasi secara langsung dari warga melalui wawancara. Penelitian diarahkan untuk memahami kondisi, potensi, serta kebutuhan Desa Karangasem, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan desa wisata dan potensi kerajinan bambu. Informasi yang diperoleh dari masyarakat menjadi dasar bagi mahasiswa dalam merancang strategi pengembangan konten dan promosi yang relevan dengan karakteristik serta potensi lokal desa.
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan speech dari Dr. Nuryuda Irdana, S.P., M.M. selaku penanggung jawab program Joint Field Work, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Ichiro Fujiyama selaku penanggung jawab program dari Wakayama University. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Tukiyo selaku Kepala Dusun Karangasem yang menyampaikan penerimaan dan dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan kolaboratif tersebut.
Setelah sesi pembukaan, mahasiswa dibagi ke dalam dua tim untuk melaksanakan group meeting. Masing-masing tim mendiskusikan proposal kegiatan yang telah disusun dengan mempertimbangkan hasil pengamatan awal dan potensi yang dimiliki Desa Karangasem. Setiap tim kemudian mempresentasikan rencana kegiatannya di hadapan warga desa untuk memperoleh masukan dan memastikan bahwa program yang dirancang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi masyarakat setempat. Kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama sebelum mahasiswa melakukan wawancara dengan warga di masing-masing tim. Melalui wawancara tersebut, mahasiswa menggali informasi mengenai potensi desa wisata, pengalaman dan pengetahuan masyarakat, serta potensi kerajinan bambu yang dapat dikembangkan dan diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.
Tidak berhenti pada tahap penelitian, hasil penggalian informasi tersebut selanjutnya akan diterapkan secara langsung melalui praktik pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan media sosial bersama masyarakat. Mahasiswa akan mendampingi warga dalam mengembangkan ide, membuat materi, serta memproduksi berbagai konten digital yang dapat digunakan untuk mendukung promosi dan penguatan daya tarik Desa Karangasem.
Kolaborasi ini dirancang dengan pendekatan learning by doing, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman penelitian dan pembelajaran lintas budaya secara langsung di masyarakat, tetapi juga menghasilkan luaran yang dapat memberikan manfaat praktis bagi warga. Produk akhir yang dihasilkan selama program, termasuk buku panduan AI, video, materi promosi, dan berbagai konten media sosial yang dibuat bersama masyarakat, diharapkan dapat langsung dimanfaatkan oleh Desa Karangasem untuk mendukung promosi potensi desa wisata dan kerajinan bambu secara berkelanjutan.
Kegiatan Joint Field Work antara DBSMB SV UGM dan Wakayama University menunjukkan komitmen kedua institusi dalam mengembangkan pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan warga juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan potensi lokal.
Melalui integrasi penelitian, AI, media sosial, dan pemberdayaan masyarakat, program ini diharapkan dapat memberikan luaran yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga memiliki nilai guna dan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Karangasem setelah program berakhir. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan penguatan kompetensi mahasiswa; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan potensi ekonomi lokal dan desa wisata; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan AI dan teknologi digital dalam pengembangan konten; SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) melalui penguatan potensi dan identitas lokal Desa Karangasem; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi internasional antara DBSMB SV UGM, Wakayama University, dan masyarakat Desa Karangasem.