UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DEPARTEMEN BAHASA, SENI DAN MANAJEMEN BUDAYA

UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DBSMB

| | | |

Peneliti Prodi Bahasa Inggris SV UGM Kaji Strategi Bahasa dalam Mengelola Narasi Krisis Lingkungan

Yogyakarta (28/10) – Strategi bahasa dan komunikasi berperan penting dalam membantu institusi mengelola narasi krisis lingkungan, menjelaskan komitmen keberlanjutan, dan membangun kepercayaan publik. Kajian di Prodi Bahasa Inggris, Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyoroti bagaimana pilihan bahasa dan pembingkaian pesan digunakan oleh institusi sektor sumber daya alam untuk mengomunikasikan persoalan lingkungan serta respons institusional terhadap tantangan perubahan iklim.

Gambar 1. Ilustrasi proses penelitian
Gambar 1. Ilustrasi proses penelitian

Ketua tim peneliti, Alfelia Nugky Permatasari, M.A., menjelaskan bahwa penelitian ini mengkaji komunikasi publik institusi, khususnya perusahaan sektor tambang di Indonesia, untuk mengidentifikasi bagaimana narasi lingkungan dibentuk, komitmen keberlanjutan disampaikan, dan tindakan institusional dijelaskan kepada masyarakat serta pemangku kepentingan.

Dalam konteks krisis lingkungan, komunikasi tidak cukup hanya menyampaikan informasi. Institusi juga perlu menjelaskan alasan di balik kebijakan dan tindakan yang diambil, menunjukkan komitmen yang dapat dipertanggungjawabkan, serta menerangkan bagaimana dampak lingkungan dikelola. Pilihan kata, sudut pandang, dan cara informasi disusun dapat memengaruhi bagaimana publik memahami persoalan lingkungan dan menilai respons institusi.

Penelitian tahun 2026 ini menekankan pentingnya komunikasi lingkungan yang transparan, berbasis bukti, dan berorientasi pada tindakan. Narasi keberlanjutan perlu disertai penjelasan yang memadai mengenai langkah konkret yang dilakukan institusi dan bagaimana dampaknya dikelola. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya berfungsi membentuk persepsi, tetapi juga mendukung akuntabilitas dan hubungan yang lebih bermakna antara institusi dan masyarakat.

Kajian ini sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action), khususnya dalam mendukung peningkatan pemahaman mengenai perubahan iklim dan pentingnya tindakan berkelanjutan. Penelitian ini sekaligus memperlihatkan bagaimana bidang linguistik dan komunikasi dapat berkontribusi terhadap agenda keberlanjutan melalui pengembangan praktik komunikasi institusional yang bertanggung jawab, inklusif, dan mendorong tindakan nyata. (ANP)

Penulis: Alfelia Nugky P

Similar Posts