SV UGM dan MSU Malaysia Jajaki Kerja Sama Internasional untuk Memperkuat Pendidikan Vokasi
YOGYAKARTA (20/10) – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) bersama Program Studi Sarjana Terapan Bisnis Perjalanan Wisata (S.Tr. BPW) Departemen Bahasa Seni dan Manajemen Budaya (DBSMB) menjajaki peluang kerjasama akademik dengan Management and Science University (MSU), Malaysia, melalui pertemuan kemitraan di Ruang 201, Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC), SV UGM. Pertemuan ini membahas pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional.

Dekan SV UGM, Dr. Ir. Wiryanta, S.T., M.T., bersama Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM, Dr. Endang Soelistiyowati, S.Pd., M.Pd., menerima delegasi MSU Malaysia, Mohd. Hairul Nizam Ibrahim. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh pengelola Program Studi Sarjana Terapan Bisnis Perjalanan Wisata, Sarani Pitor Pakan, Ph.D.
Dalam diskusi tersebut, kedua institusi mengidentifikasi sejumlah peluang kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan pendidikan vokasi berbasis praktik dan kebutuhan industri. Beberapa program yang dijajaki meliputi kuliah tamu (guest lecture), pertukaran mahasiswa (student exchange), pengabdian kepada masyarakat, penelitian bersama (joint research), serta pendampingan proyek akhir mahasiswa dengan melibatkan dosen dari kedua institusi.
Dekan SV UGM, Dr. Ir. Wiryanta, S.T., M.T., menyambut baik penjajakan tersebut sebagai langkah untuk memperluas kesempatan kolaborasi dan mendorong sivitas akademika mengembangkan kapasitas melalui kemitraan internasional. Menurutnya, interaksi dengan mitra luar negeri dapat menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman sekaligus mengembangkan agenda penelitian bersama.
“Yang kita lakukan adalah memberikan tantangan, baik kepada pihak internal maupun dengan mengundang mitra dari luar. Delegasi dari Sekolah Vokasi juga bisa berkunjung ke MSU untuk saling mengembangkan kolaborasi penelitian,” ujarnya.
Sementara itu, Mohd. Hairul Nizam Ibrahim menyoroti pentingnya pengalaman internasional bagi mahasiswa, termasuk melalui keterlibatan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama berada di Malaysia. Kegiatan tersebut berpotensi menjadi sarana pembelajaran lintas budaya yang memberikan pemahaman lebih luas kepada mahasiswa mengenai kondisi sosial, karakteristik masyarakat, dan praktik profesional di lingkungan yang berbeda.
Pengembangan kerja sama juga diarahkan pada penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan industri. Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM, Dr. Endang Soelistiyowati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan mitra industri dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan inovatif yang berpotensi diwujudkan menjadi produk atau solusi nyata.
“Mahasiswa dapat memaparkan ide mereka di hadapan mitra industri. Jika mitra tertarik, ide tersebut bisa ditindaklanjuti agar dapat direalisasikan menjadi produk atau inovasi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, peluang joint supervision untuk proyek akhir mahasiswa juga menarik untuk dikembangkan,” jelasnya.
Sebagai langkah awal yang berpotensi direalisasikan dalam waktu dekat, kedua institusi menjajaki penyelenggaraan kuliah tamu secara daring maupun luring dengan melibatkan program studi yang memiliki kesesuaian bidang keilmuan. Peluang bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah tertentu di kampus mitra juga menjadi bagian dari pembahasan, dengan mempertimbangkan kesesuaian kurikulum dan ketentuan akademik masing-masing institusi.
Selain itu, kolaborasi penelitian dan pendampingan proyek akhir mahasiswa diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pembelajaran akademik dan penerapan keilmuan. Keterlibatan dosen dari kedua institusi dalam kegiatan riset maupun pendampingan akademik dapat memberikan perspektif yang lebih luas bagi mahasiswa dalam merumuskan gagasan, mengembangkan solusi, dan merespons berbagai persoalan secara aplikatif.
Penjajakan ini akan ditindaklanjuti melalui koordinasi mengenai program studi yang relevan, bentuk kegiatan prioritas, kesesuaian kurikulum, pembiayaan, jadwal pelaksanaan, serta prosedur administrasi. Program pertukaran mahasiswa dan penelitian bersama juga memerlukan pembahasan lebih lanjut agar implementasinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas kedua institusi.
Melalui penjajakan kerja sama ini, SV UGM dan MSU Malaysia membuka peluang pengembangan kemitraan internasional yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi. Kolaborasi yang berorientasi pada pertukaran pengetahuan, pengalaman lintas budaya, riset kolaboratif, dan keterlibatan industri diharapkan dapat memperluas jejaring akademik, meningkatkan kompetensi mahasiswa, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.
Penjajakan kerja sama antara SV UGM dan MSU Malaysia mendukung pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan akses terhadap pengalaman belajar internasional, pertukaran pengetahuan, kuliah tamu, penelitian kolaboratif, dan pendampingan akademik yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kemitraan lintas negara antara perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan jejaring dengan mitra industri untuk mendorong inovasi dan kontribusi berkelanjutan bagi masyarakat.
Penulis : Syavina