Gambar 1. Dosen UGM menjadi pembicara tamu secara daring dalam seminal yang diadakan oleh UiTM Mara Cawangan
YOGYAKARTA (18/6) – Komitmen Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional kembali diwujudkan melalui kiprah dosennya di forum global. Dosen Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris, Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB) SV UGM, Nabilla Kusuma Vardhani, diundang sebagai pembicara tamu dalam seminar daring bertajuk App-Solutely Academic: Tools for Better Academic Writing yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Negeri Sembilan, Kampus Seremban, pada Kamis (18/6/2026).
Seminar berdurasi 90 menit tersebut diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa dari mata kuliah English for Mediating Texts. Kehadiran Nabilla merupakan bagian dari implementasi program Collaborative Teaching yang telah diinisiasi UiTM sejak tahun 2021 sebagai upaya memperkuat kualitas pembelajaran melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Dalam kesempatan tersebut, Nabilla membagikan berbagai strategi pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas penulisan akademik. Ia memperkenalkan beragam aplikasi dan perangkat lunak yang dapat mendukung mahasiswa dalam setiap tahapan penyusunan karya ilmiah, mulai dari perencanaan hingga penyempurnaan naskah.
“Teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan mitra strategis dalam mengasah ketajaman argumen, meningkatkan kualitas analisis, serta memastikan ketepatan struktur penulisan akademik. Namun demikian, kualitas tulisan tetap bergantung pada kemampuan berpikir kritis dan integritas akademik penulisnya,” ujar Nabilla.

Materi yang disampaikan mencakup alur kerja penulisan akademik secara komprehensif, mulai dari penyusunan outline, pencarian dan pemetaan literatur, penyusunan literature review, pemeriksaan tata bahasa dan gaya penulisan, penggunaan perangkat manajemen referensi, teknik sitasi yang benar, hingga penerapan etika akademik dalam memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Tidak hanya memberikan pemaparan teoritis, Nabilla juga mendemonstrasikan secara langsung penggunaan berbagai aplikasi yang dapat membantu mahasiswa menyusun karya ilmiah secara lebih sistematis, efisien, dan bertanggung jawab. Pendekatan praktis tersebut mendapat respons positif dari peserta yang aktif berdiskusi mengenai tantangan penggunaan teknologi dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik mereka.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari cara memilih aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan penelitian, strategi menghindari plagiarisme, hingga bagaimana memanfaatkan teknologi tanpa mengurangi orisinalitas dan kualitas argumentasi ilmiah.
Kolaborasi akademik antara SV UGM dan UiTM ini menjadi salah satu bentuk implementasi internasionalisasi pendidikan tinggi yang tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pembelajaran bahasa dan penulisan akademik. Melalui kegiatan ini, kedua institusi berharap dapat terus membangun sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan kompetensi mahasiswa di tingkat regional maupun global.
Kegiatan ini juga mempertegas peran dosen SV UGM sebagai akademisi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi di tingkat internasional. Partisipasi sebagai pembicara tamu di perguruan tinggi luar negeri menjadi wujud nyata komitmen SV UGM dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus relevan dengan kebutuhan dunia akademik dan profesional.
Sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi literasi akademik dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, kolaborasi antara SV UGM dan UiTM mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kerja sama internasional yang mendorong pertukaran pengetahuan, inovasi pembelajaran, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan tinggi. Melalui sinergi lintas negara ini, kedua institusi bersama-sama berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing global.