Gambar 1. Opening ceremony program Joint Field Work
Kegiatan pembukaan yang berlangsung di SV UGM diikuti oleh mahasiswa Wakayama University dan mahasiswa DBSMB SV UGM. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan, dilanjutkan dengan perkenalan peserta dari kedua universitas, penjelasan agenda program, foto bersama, pertukaran cinderamata, serta transisi menuju diskusi kelompok.
Ketua Program Wakayama University, Fujiyama Ichiro, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan mahasiswa SV UGM yang telah menyambut serta mempersiapkan pelaksanaan program. Ia menyampaikan bahwa Wakayama University telah memiliki hubungan kerja sama yang erat dengan UGM, tetapi selama sekitar dua tahun terakhir kegiatan lapangan belum dapat dilaksanakan.
“Kami sangat senang akhirnya dapat kembali menjalankan program yang telah direncanakan selama beberapa tahun dan bertemu secara langsung dengan mitra serta mahasiswa UGM,” ujar Fujiyama.
Fujiyama menjelaskan bahwa program tahun ini mengangkat tema media sosial dan kecerdasan artifisial (AI). Menurutnya, teknologi tersebut perlu dimanfaatkan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar sebagai sarana untuk menghasilkan konten. Ia menekankan pentingnya mahasiswa untuk terlebih dahulu mendengarkan kebutuhan dan permasalahan warga Karangasem secara langsung. Selanjutnya, mahasiswa diharapkan dapat mencari solusi bersama dengan memanfaatkan pengetahuan dan keahlian yang dimiliki.
“Tujuan program ini bukan hanya melakukan penelitian atau bertukar cara pandang, tetapi juga belajar bersama mengenai kebudayaan dan cara berpikir untuk mencapai tujuan yang sama,” ungkapnya.
Selain aspek akademik, program ini juga diharapkan dapat memperkuat interaksi dan persahabatan antarmahasiswa. Fujiyama mendorong seluruh peserta untuk aktif berdiskusi, saling belajar, serta menikmati proses selama kegiatan berlangsung sehingga hubungan yang terbangun dapat terus berlanjut setelah program lapangan selesai.
Antusiasme juga terlihat dari sesi perkenalan mahasiswa Wakayama University. Mahasiswa Jepang memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan ketertarikan mereka terhadap bahasa dan budaya Indonesia. Beberapa peserta mengungkapkan keinginan untuk mempraktikkan kemampuan bahasa Indonesia secara langsung bersama masyarakat, mencoba kuliner tradisional Indonesia, serta mengenal budaya lokal.
Mahasiswa DBSMB SV UGM turut memperkenalkan diri dengan latar belakang dan minat yang beragam. Beberapa mahasiswa bahkan memperkenalkan diri menggunakan bahasa Jepang, mencerminkan semangat pertukaran bahasa dan budaya yang menjadi salah satu bagian penting dalam program ini.
Rangkaian kegiatan program ini meliputi opening ceremony, diskusi tim, penyampaian rancangan awal (flooring proposal) kepada masyarakat, wawancara dengan warga, pelaksanaan proyek, pengalaman bermain gamelan, serta trekking untuk mengenali potensi desa secara langsung.
Kegiatan ini menjadi pembelajaran berbasis pengalaman yang memadukan kolaborasi lintas budaya, pemanfaatan AI, kreativitas, dan produksi konten media sosial untuk mendukung penguatan pariwisata Desa Wisata Karangasem. Melalui presentasi hasil proyek, diskusi, dan umpan balik dari masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan desa sekaligus memperoleh pengalaman akademik dan internasional. Kegiatan ini mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kolaborasi Wakayama University dan DBSMB SV UGM tersebut sekaligus menjadi bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang mempertemukan pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan kearifan lokal untuk mendukung penguatan potensi pariwisata masyarakat.