Gambar 1. Penerimaan mahasiswa Princeton University di TILC SV UGM
Rangkaian program diawali dengan kegiatan orientasi pada 28 Agustus 2026 di TILC SV UGM. Kegiatan tersebut mempertemukan peserta dengan jajaran pengelola Sekolah Vokasi, pengelola DBSMB, pimpinan Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris, penanggung jawab program, tutor, serta mahasiswa pendamping. Orientasi dibuka dengan sambutan Dr. Supriyono, Ketua Program Studi Bahasa Inggris; Fatmawati Djafri, Ph.D., Ketua Departemen DBSMB; dan Dr. Endang Soelistiyowati, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni SV UGM. Para pimpinan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program sekaligus menyambut para peserta untuk belajar dan berinteraksi secara langsung dalam lingkungan akademik dan masyarakat Yogyakarta.
Selanjutnya, Alfelia Nugky Permatasari, M.A., selaku Program PIC, menyampaikan gambaran umum program yang mencakup struktur kegiatan, jadwal pembelajaran, mekanisme pelaksanaan, serta berbagai informasi praktis selama peserta mengikuti program. Peserta juga diperkenalkan dengan tutor, pengelola program, mitra, dan student buddies yang akan mendampingi mereka selama program berlangsung. Kehadiran jejaring pendamping ini diharapkan dapat membantu peserta beradaptasi dengan lingkungan akademik maupun kehidupan sehari-hari di Yogyakarta.
Program yang berlangsung pada 21 September 2026 hingga 23 April 2027 ini memadukan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dengan pengalaman budaya Indonesia. Pembelajaran BIPA dilaksanakan dua kali dalam seminggu, sedangkan kegiatan pada hari Jumat diarahkan pada pengenalan dan praktik budaya. Melalui pola pembelajaran tersebut, peserta tidak hanya mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia, tetapi juga memahami konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga akan memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan sivitas akademika SV UGM serta masyarakat di sekitar lingkungan UGM.
Penyelenggaraan program ini menjadi bagian dari komitmen SV UGM dalam memperkuat jejaring kerja sama internasional dan menciptakan ruang pembelajaran yang mempertemukan perspektif akademik, bahasa, dan budaya dari berbagai negara. Kehadiran mahasiswa Princeton University juga membuka peluang bagi mahasiswa dan sivitas akademika UGM untuk membangun interaksi lintas budaya, bertukar perspektif, serta mengembangkan pengalaman belajar dalam lingkungan akademik yang semakin global.
Melalui pengalaman belajar selama lebih dari satu semester, program ini diharapkan dapat membentuk pembelajar yang kritis, terbuka terhadap keberagaman, memiliki kompetensi lintas budaya, dan mampu berperan sebagai warga global yang bertanggung jawab. Kegiatan ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pembelajaran internasional dan pengembangan kompetensi lintas budaya; SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui penguatan interaksi dan pemahaman antarkelompok dari latar belakang negara dan budaya yang berbeda; serta SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi dan jejaring pendidikan internasional antara UGM dan Princeton University.