Gambar 1. Diskusi bersama untuk program kerjasama pertukaran pelajar
Diskusi tersebut dihadiri oleh dosen NUFS, Kotori Shinsuke, Ketua Program Studi Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (Bahasa Jepang Kombispro) DBSMB, Dr. Sa’idatun Nishfullayli, S.S., M.Hum., serta Manajer Unit Kerja Sama DBSMB, Theresia Avila Rencidiptya GF, S.S., M.A. Pertemuan membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan antara NUFS dan DBSMB maupun SV UGM.
Salah satu pembahasan utama adalah sistem dan mekanisme pertukaran mahasiswa ke NUFS. Melalui program tersebut, mahasiswa DBSMB maupun SV UGM berkesempatan memperoleh pengalaman akademik dan budaya di Jepang sekaligus memperluas wawasan internasional. NUFS juga mendorong DBSMB untuk meningkatkan promosi program pertukaran tersebut kepada mahasiswa sehingga semakin banyak mahasiswa yang tertarik dan memiliki kesempatan untuk mengikuti program mobilitas internasional.
Selain program pertukaran mahasiswa, NUFS turut menawarkan peluang pengembangan kerja sama melalui program double degree. Program ini menjadi salah satu alternatif yang dapat dikaji lebih lanjut untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh pengalaman pendidikan di dua institusi sekaligus. NUFS juga menyampaikan peluang mengikuti program pertukaran pelajar jangka pendek (short-term student exchange) yang dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa dengan durasi studi yang lebih fleksibel.
Kaprodi Bahasa Jepang Kombispro, Dr. Sa’idatun Nishfullayli, menyambut baik peluang tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas pengalaman internasional mahasiswa. Kolaborasi dengan NUFS diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi bahasa Jepang, pemahaman lintas budaya, serta kesiapan menghadapi lingkungan akademik dan profesional global.
DBSMB selanjutnya akan mendorong penyebarluasan informasi mengenai berbagai peluang studi dan mobilitas di NUFS kepada mahasiswa. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan antara DBSMB/SV UGM dan NUFS, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di tingkat internasional.
Kegiatan diskusi kerja sama antara Nagasaki University of Foreign Studies (NUFS) dan Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB), Sekolah Vokasi UGM, mendukung SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan kesempatan pertukaran mahasiswa, short-term student exchange, dan peluang double degree yang memberikan pengalaman pembelajaran lintas negara. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan jejaring dan kolaborasi internasional antara UGM dan institusi pendidikan tinggi di Jepang. Selain itu, program mobilitas mahasiswa turut mendukung SDG 10: Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan) dengan memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman pendidikan dan pengembangan kompetensi di lingkungan internasional.