UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DEPARTEMEN BAHASA, SENI DAN MANAJEMEN BUDAYA

UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DBSMB

| | | | |

Diantara Bahasa 2026 Hadirkan Ruang Kreativitas Generasi Muda melalui Sastra, Budaya, dan Literasi

YOGYAKARTA – Upaya meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap sastra Indonesia diwujudkan melalui penyelenggaraan Diantara Bahasa 2026, sebuah ajang kompetisi literasi dan kreativitas tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diinisiasi dan diselenggarakan secara mandiri oleh Media Puitika. Mengusung tema “Diantara Bahasa: Anak Bajang Mengayun Bulan”, kegiatan ini menjadikan karya sastra sebagai ruang eksplorasi ide, kreativitas, sekaligus refleksi nilai-nilai budaya bagi generasi muda. Semangat berkarya dan berkolaborasi juga tercermin dalam tema kegiatan, yaitu “Glowing with Media Puitika!!! Merajut Karya”. Tema ini merepresentasikan komitmen Media Puitika dalam membangun ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, merangkai gagasan, serta menghasilkan karya yang inspiratif. Keterlibatan Winarto, dosen Program Studi Bahasa Inggris, Departemen Bahasa Seni dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) turut menjadi bagian dari dukungan akademis terhadap pengembangan kreativitas, literasi, dan apresiasi karya di kalangan generasi muda.

Gambar 1. Poster Kegiatan
Gambar 1. Poster Kegiatan

Media Puitika merupakan wadah kreatif yang dibangun oleh mahasiswa untuk menghadirkan ruang apresiasi sastra, budaya, dan kreativitas anak muda. Dalam penyelenggaraannya, Diantara Bahasa 2026 mendapat dukungan Bentara Budaya sebagai mitra tempat kegiatan, yang turut memperkuat atmosfer literasi dan kebudayaan dalam rangkaian acara.

Novel Anak Bajang Mengayun Bulan karya Sindhunata atau Romo Sindhu dipilih sebagai sumber inspirasi utama kegiatan. Karya tersebut dinilai memiliki kekayaan nilai budaya, pesan moral, serta refleksi kehidupan yang relevan untuk dikaji dan ditafsirkan kembali melalui perspektif generasi muda. Melalui karya sastra ini, peserta diajak membangun jembatan antara kekayaan sastra Indonesia dengan ekspresi kreatif yang mengikuti perkembangan zaman.

Tidak sekadar menguji kemampuan akademik, Diantara Bahasa 2026 memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami, menginterpretasikan, dan mengembangkan gagasan dari karya sastra ke dalam berbagai medium kreatif. Terdapat tiga cabang kompetisi yang diselenggarakan, yakni Reinterpretasi Sastra, Digital Poster/Ilustrasi, dan Storytelling. Ketiga kategori tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi peserta dalam mengolah cerita, gagasan, dan pesan dari novel menjadi karya yang orisinal, komunikatif, serta memiliki nilai artistik.

Rangkaian kegiatan Diantara Bahasa 2026 diawali dengan babak penyisihan perlombaan yang berlangsung secara daring pada 1 Agustus hingga 15 Oktober 2026. Selanjutnya, kegiatan workshop dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026, bertempat di Ruang C1-004, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK). Kegiatan ini menjadi ruang pengembangan wawasan dan kreativitas peserta dalam memahami serta mengolah karya sastra.

Puncak rangkaian kegiatan diselenggarakan pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Bentara Budaya Yogyakarta, Jalan Suroto No. 2, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta. Agenda tersebut meliputi Sarasehan dan Diskusi Buku serta Final Day & Awarding sebagai bentuk apresiasi terhadap karya dan kreativitas para peserta. Melalui sarasehan dan diskusi buku, peserta maupun pengunjung juga memperoleh kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai karya sastra, nilai budaya, dan relevansinya dalam kehidupan masa kini.

Penyelenggaraan Diantara Bahasa 2026 memiliki sejumlah tujuan, antara lain meningkatkan minat dan kemampuan literasi generasi muda terhadap karya sastra, mengembangkan kreativitas dalam menginterpretasikan karya, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan interpretasi melalui berbagai media kreatif. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya dan pesan moral dalam karya sastra Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya orisinal yang inspiratif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui Diantara Bahasa 2026, Media Puitika ingin menunjukkan bahwa sastra bukan sekadar bacaan atau peninggalan budaya, melainkan sumber inspirasi yang dapat terus dihidupkan melalui kreativitas generasi muda. Kolaborasi antara literasi, seni, dan budaya dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperluas ruang apresiasi sastra sekaligus mempertemukan komunitas, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perkembangan kebudayaan Indonesia.

Similar Posts