Mini Trip Rumah Jamu Menoreh dan Prodi Bisnis Perjalanan Wisata UGM Kenalkan Wisata Edukasi dan Budaya Kemiri Ombo
KULON PROGO (2/10) – Potensi wisata berbasis alam, budaya, edukasi, dan kearifan lokal di Desa Kemiriombo, Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, diperkenalkan melalui kegiatan Mini Trip yang diselenggarakan Rumah Jamu Menoreh bekerja sama dengan tim pengabdian Program Studi S.Tr. Bisnis Perjalanan Wisata, Departemen Bahasa Seni dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), Minggu 27 September 2026 lalu.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai pengalaman wisata berbasis masyarakat sekaligus sarana promosi destinasi melalui media sosial. Peserta diajak mengenal secara langsung berbagai potensi yang dimiliki Kemiri Ombo, mulai dari aktivitas pertanian, tradisi masyarakat, hingga seni budaya lokal.
Rumah Jamu Menoreh yang berada di kawasan perbukitan Menoreh menjadi salah satu titik kegiatan. Kawasan ini memiliki lanskap alam yang khas serta berbagai aktivitas masyarakat yang berpotensi dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang edukatif dan berbasis kearifan lokal.
Rangkaian Mini Trip diawali dengan kunjungan ke Agro Krisan. Peserta kemudian mengikuti tradisi parak, yakni aktivitas menangkap ikan di sungai dengan metode tradisional. Pengalaman dilanjutkan dengan tracking, belajar membuat jamu, mencoba memainkan Gejog Lesung, serta menyaksikan pertunjukan Jathilan.

Perpindahan peserta dari satu lokasi ke lokasi lainnya juga menjadi bagian dari pengalaman perjalanan. Dengan menggunakan kendaraan, peserta dapat menikmati panorama perbukitan Menoreh sekaligus melihat lingkungan dan aktivitas masyarakat yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Kemiriombo. Kegiatan tersebut juga dirancang dengan pendekatan promosi digital. Publikasi Mini Trip dilakukan melalui Instagram dan TikTok serta diperluas melalui jaringan peserta dan mahasiswa D4 Bisnis Perjalanan Wisata Sekolah Vokasi UGM. Peserta yang memiliki aktivitas di media sosial diharapkan dapat memberikan pengalaman dan potensi Kemiri Ombo kepada audiens yang lebih luas.
Belajar dari Potensi Lokal
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Mini Trip. Berbagai aktivitas yang diperkenalkan kepada peserta tidak hanya menjadi atraksi wisata, tetapi juga merupakan bagian dari pengetahuan, tradisi, dan kehidupan masyarakat Kemiri Ombo. Melalui pengalaman langsung tersebut, peserta tidak sekadar menjadi wisatawan yang menikmati suatu destinasi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk belajar mengenai cara hidup, budaya, serta potensi lokal yang berkembang di masyarakat.
Salah satu peserta, Bagus, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda selama mengikuti Mini Trip. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi langsung dengan berbagai aktivitas lokal yang mungkin semakin jarang ditemui oleh generasi muda.
“Mini Trip di Kemiri Ombo ini menarik dan patut dicoba. Kita bisa merasakan langsung membuat jamu, menangkap ikan di sungai dengan metode tradisional, serta mencoba memainkan Gejog Lesung yang sekarang mungkin sudah semakin sulit ditemui oleh generasi muda,” ujar Bagus.
Apresiasi juga disampaikan oleh Dukuh Kemiri Ombo yang mewakili masyarakat setempat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu memperkenalkan Rumah Jamu Menoreh dan berbagai potensi wisata Kemiri Ombo kepada masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, pengembangan wisata dengan melibatkan masyarakat dapat membuka ruang bagi masyarakat setempat untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki sekaligus memperoleh manfaat dari aktivitas pariwisata yang berkembang di wilayah tersebut.
Mendukung Pariwisata Berkelanjutan
Selain menjadi sarana pengenalan destinasi, Mini Trip Rumah Jamu Menoreh juga memiliki keterkaitan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs). Pengembangan wisata yang mengangkat edukasi, budaya, lingkungan, serta keterlibatan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya mendorong praktik pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Aspek tersebut antara lain terlihat melalui SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan adanya pembelajaran langsung mengenai pembuatan jamu, tradisi parak, permainan Gejog Lesung, dan seni Jathilan. Pengalaman tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan lingkungan.
Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama melalui pengembangan potensi pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal. Aktivitas wisata yang dikelola secara berkelanjutan berpotensi membuka peluang ekonomi sekaligus memperkuat produk dan pengalaman wisata berbasis komunitas.
Selanjutnya, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan tercermin dalam upaya memperkenalkan dan menjaga keberadaan budaya serta potensi lokal sebagai bagian dari identitas kawasan. Sementara itu, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dapat dikaitkan dengan pengembangan produk jamu dan pemanfaatan bahan lokal secara bijak serta berkelanjutan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan destinasi tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga dapat diarahkan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, budaya, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ke depan, Rumah Jamu Menoreh berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan sebagai bagian dari strategi promosi wisata Kemiri Ombo melalui media digital. Konten yang dihasilkan peserta, kreator, maupun pengguna Instagram dan TikTok diharapkan mampu memperkenalkan destinasi kepada segmen wisatawan yang lebih luas, khususnya generasi muda.
Kolaborasi dengan Program Studi S.Tr. Bisnis Perjalanan Wisata Sekolah Vokasi UGM juga membuka ruang bagi pengembangan pengalaman wisata yang lebih terstruktur, kreatif, dan sesuai dengan karakter potensi lokal. Dengan memadukan wisata alam, edukasi, budaya, kuliner jamu, seni tradisional, serta keterlibatan masyarakat, Mini Trip Rumah Jamu Menoreh menjadi salah satu upaya memperkenalkan Kemiri Ombo sebagai destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar panorama perbukitan Menoreh. Pengunjung diajak untuk mengenal, mengalami, dan belajar langsung dari pengetahuan serta kehidupan masyarakat lokal.
Penulis: Husein Nur Wijaya
Mahasiswa Program Studi Magister Terapan Pengembangan Atraksi Wisata