YOGYAKARTA (23/7) – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) bekerja sama dengan LSPR Institute menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Uji Kompetensi Humas pada 21–23 Juli 2026 di Ruang 225, Gedung Iso ReksoHadiprodjo, Sekolah Vokasi UGM. Kegiatan ini diikuti oleh 56 mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris angkatan 2022 sebagai bagian dari penguatan kompetensi profesional menjelang kelulusan dan persiapan memasuki dunia kerja.Pelatihan ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis luaran (Outcome-Based Education) yang menitikberatkan pada penguasaan kompetensi sesuai kebutuhan dunia industri. Melalui kolaborasi dengan LSPR Institute, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembekalan teori dan praktik kehumasan, tetapi juga mengikuti uji kompetensi yang mengacu pada standar profesi. Program ini menjadi salah satu upaya Sekolah Vokasi UGM dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi UGM, Fatmawati Djafri, Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa peran hubungan masyarakat semakin strategis di era komunikasi digital dan pembangunan berkelanjutan.
“Kompetensi kehumasan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan informasi, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi yang strategis, kredibel, dan mampu menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Sebagai institusi pendidikan vokasi, kami memiliki tanggung jawab untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus mampu menjawab tantangan global,” ujarnya.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi “Penyusunan Program Kehumasan Berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs)” yang disampaikan oleh Dr. Rani Chandra Oktaviani, M.Si., Director of London School Academy & Certification sekaligus dosen LSPR Institute. Dalam sesi tersebut, mahasiswa mempelajari cara merancang program komunikasi yang tidak hanya memperkuat reputasi organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Pembahasan meliputi identifikasi pemangku kepentingan, analisis kebutuhan komunikasi, penyusunan strategi, hingga penentuan indikator keberhasilan program yang berorientasi pada keberlanjutan.
Sesi berikutnya mengangkat tema “Manajemen Sistem Public Relations Berbasis SDGs”, yang membahas pengelolaan fungsi kehumasan secara komprehensif, mulai dari tahap perencanaan, implementasi, monitoring, hingga evaluasi program. Peserta juga diajak memahami pentingnya tata kelola komunikasi yang transparan, akuntabel, inklusif, dan berbasis data sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan publik dan memperkuat reputasi organisasi.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bimbingan teknis pelaksanaan uji kompetensi. Pada sesi ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai mekanisme asesmen, unit kompetensi yang akan diujikan, standar penilaian, serta berbagai persiapan teknis selama proses sertifikasi berlangsung. Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa mengikuti asesmen secara optimal sesuai standar kompetensi yang berlaku. Bagi Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris, kompetensi di bidang hubungan masyarakat merupakan salah satu kemampuan strategis yang mendukung profil lulusan sebagai tenaga profesional di bidang komunikasi, hubungan masyarakat, media, komunikasi bisnis, serta industri kreatif. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif sekaligus pengakuan kompetensi yang dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Sekolah Vokasi UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi berbasis kompetensi yang mengintegrasikan pembelajaran, praktik, dan sertifikasi profesional. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan meningkatkan kesiapan kerja dan daya saing lulusan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga profesional dalam pengembangan sumber daya manusia.
Melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Uji Kompetensi Humas ini, Sekolah Vokasi UGM kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan global. Diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh sertifikasi kompetensi, tetapi juga menjadi praktisi komunikasi yang profesional, adaptif, beretika, dan mampu memanfaatkan komunikasi sebagai instrumen untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

