UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DEPARTEMEN BAHASA, SENI DAN MANAJEMEN BUDAYA

UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DBSMB

| | | |

Vlogger Internasional Perkenalkan Kereta Api Indonesia ke Dunia, Soroti Inovasi dan Infrastruktur Transportasi Nasional

YOGYAKARTA (29/10) – Kereta api Indonesia tidak hanya menjadi sarana mobilitas masyarakat, tetapi juga semakin dikenal sebagai bagian dari pengalaman wisata yang menarik perhatian audiens internasional. Melalui konten YouTube, vlogger dari berbagai negara memperkenalkan beragam layanan kereta api Indonesia, mulai dari kelas ekonomi hingga kereta cepat dan layanan premium. Fenomena ini diungkap dalam sebuah penelitian milik Andri Handayani dosen Bahasa Inggris, Departemen Bahasa, Seni dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) yang mengkaji bagaimana vlogger internasional merepresentasikan inovasi dan infrastruktur perkeretaapian Indonesia kepada penonton global.

Gambar 1. Vlogger internasional membuat vlog terkait layanan KAI
Gambar 1. Vlogger internasional membuat vlog terkait layanan KAI

Penelitian tersebut menganalisis 25 vlog berbahasa Inggris yang diproduksi oleh vlogger internasional pada periode 2023-2026. Video dipilih secara purposif dengan mencakup lima kelas atau jenis layanan kereta api Indonesia. Rentang waktu tersebut dipilih karena merepresentasikan perkembangan layanan perkeretaapian nasional, termasuk kehadiran kereta cepat Whoosh dan layanan Compartment Suites yang menjadi perhatian dalam konten perjalanan internasional.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan kereta api Indonesia memperoleh banyak evaluasi positif, terutama terkait kualitas layanan premium, tampilan visual, inovasi teknologi, dan keramahan petugas. Sejumlah vlogger memberikan apresiasi terhadap fasilitas dan pengalaman perjalanan yang mereka rasakan. Representasi tersebut memperlihatkan bagaimana pengalaman menggunakan transportasi publik dapat menjadi materi promosi yang menjangkau audiens lintas negara. Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan representasi antara layanan kelas ekonomi dan premium. Kelas ekonomi lebih banyak digambarkan sebagai pilihan perjalanan yang terjangkau dan dapat diakses oleh berbagai kelompok masyarakat. Sementara itu, layanan premium seperti Panoramic, Compartment Suites, dan Whoosh ditampilkan sebagai pengalaman perjalanan dengan fasilitas modern dan nilai eksklusivitas tersendiri. Perbedaan tersebut justru memperlihatkan keberagaman pilihan layanan kereta api Indonesia yang dapat menjangkau segmen pengguna yang berbeda.

Selain kualitas fasilitas, kekuatan visual menjadi unsur penting dalam membangun daya tarik konten perjalanan. Pengambilan gambar dari berbagai sudut, pemandangan alam melalui jendela kereta, suasana interior, hingga suara dan aktivitas selama perjalanan menghadirkan pengalaman yang lebih nyata bagi penonton. Melalui pendekatan audiovisual tersebut, kereta api tidak sekadar diperlihatkan sebagai moda transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan wisata yang memiliki daya tarik tersendiri. Kehadiran Whoosh dan Compartment Suites semakin memperkuat representasi modernitas transportasi Indonesia. Whoosh, yang menghubungkan Jakarta dan Bandung, menjadi salah satu objek yang menarik perhatian vlogger internasional karena teknologi kereta cepat dan pengalaman perjalanan yang ditawarkan. Sementara itu, Compartment Suites memperoleh sorotan melalui fasilitas privat dan kenyamanan yang memberikan pengalaman perjalanan berbeda. Konten-konten tersebut turut memperkenalkan perkembangan infrastruktur transportasi Indonesia kepada masyarakat internasional melalui perspektif pengalaman pengguna.

Dari perspektif pariwisata, fenomena ini menunjukkan potensi user-generated content sebagai sarana promosi destinasi dan infrastruktur nasional. Pengalaman perjalanan yang dibagikan oleh vlogger dapat menjadi sumber informasi sekaligus referensi bagi calon wisatawan mancanegara. Ketika konten tersebut memperoleh perhatian audiens global, kereta api berpotensi menjadi bagian dari daya tarik perjalanan wisata di Indonesia, termasuk dalam menghubungkan berbagai kota dan destinasi.

Temuan penelitian ini juga memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Keberagaman layanan kereta api dan pengembangan teknologi transportasi berkaitan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), khususnya pengembangan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan. Sementara itu, ketersediaan layanan dengan rentang harga yang beragam mencerminkan pentingnya akses transportasi yang inklusif dan terjangkau bagi masyarakat luas. Dari sisi ekonomi, semakin luasnya eksposur kereta api Indonesia di media digital membuka peluang bagi penguatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif. Mobilitas wisatawan antarkota dapat mendorong aktivitas ekonomi di berbagai destinasi yang terhubung dengan jaringan kereta api, termasuk sektor kuliner, akomodasi, jasa perjalanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Potensi tersebut sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), terutama dalam mendorong aktivitas ekonomi melalui pengembangan pariwisata.

Pada akhirnya, penelitian ini menegaskan bahwa media digital memiliki peran penting dalam membentuk persepsi masyarakat internasional terhadap transportasi dan pariwisata Indonesia. Vlogger internasional dapat berfungsi sebagai duta digital yang memperkenalkan pengalaman perjalanan, kualitas layanan, serta perkembangan infrastruktur nasional kepada audiens global. Kolaborasi antara kemajuan transportasi, kreativitas konten digital, dan pengembangan pariwisata berpotensi memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi perjalanan yang semakin terhubung dan kompetitif di tingkat internasional. Kereta api Indonesia dengan demikian tidak hanya bergerak menghubungkan kota dan wilayah, tetapi juga membawa cerita tentang inovasi, pelayanan, dan pengalaman wisata Indonesia ke panggung dunia.

Similar Posts