Gambar 1. Tim relawan WFK melakukan sosialisasi gizi dan kesehatan untuk siswa siswi SDN Karangwuni
Yogyakarta (21/1) – Dalam rangkaian kegiatan World Friends Korea (WFK) Youth Volunteer Program ke-49 yang dilaksanakan di Kabupaten Kulonprogo, para relawan menggelar program edukasi kesehatan dan lingkungan di SD Karangwuni. Selama dua minggu, tim relawan dari Korea bersama mahasiswa Departemen Bahasa Seni dan Manajemen Budaya Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DBSMB SV UGM) menghadirkan pembelajaran interaktif yang dirancang khusus untuk meningkatkan kesadaran kesehatan, kebersihan, serta perlindungan diri bagi siswa sekolah dasar. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi bersama untuk mendorong penguatan pendidikan, pertukaran budaya, dan pemberdayaan masyarakat melalui kerja sama internasional.
Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi mendapatkan delapan materi utama yang disampaikan secara aplikatif dan menyenangkan. Edukasi dimulai dari pembelajaran etika batuk untuk memahami cara mencegah penyebaran virus, dilanjutkan dengan praktik enam langkah cuci tangan yang benar guna membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini. Anak-anak juga mempelajari lima zat gizi penting bagi tubuh dan menyusun contoh piring makan bergizi seimbang sebagai upaya membangun kesadaran nutrisi. Selain itu, mereka dikenalkan pada dasar-dasar CPR dan pertolongan pertama, teknik gosok gigi yang benar, serta pentingnya manfaat tidur dan peregangan sederhana untuk menjaga kebugaran tubuh.
Materi juga mencakup edukasi seksual dasar dan perlindungan diri, yang menekankan pemahaman batasan pribadi, cara menjaga tubuh, serta pentingnya saling menghormati. Kegiatan ini dilengkapi dengan pembuatan “gelang hati” sebagai simbol komitmen menjaga diri dan menghargai orang lain. Sebagai bentuk pemantauan pertumbuhan, dilakukan pula BMI Test melalui pengukuran tinggi dan berat badan siswa untuk mengenalkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh secara berkelanjutan.
Pendekatan pembelajaran dilakukan melalui permainan edukatif, simulasi, praktik langsung, dan aktivitas kreatif yang mendorong partisipasi aktif siswa. Interaksi antara relawan Korea dan mahasiswa UGM tidak hanya memperkaya wawasan kesehatan anak-anak, tetapi juga mempererat hubungan lintas budaya serta membangun semangat kolaborasi global di tingkat akar rumput.

Gambar 2. Tim relawan WFK dan UGM melakukan edukasi lingkungan dengan aktivitas yang interaktif
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan literasi kesehatan anak, SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis praktik dan partisipatif, SDG 5 (Gender Equality) melalui edukasi perlindungan diri dan kesadaran batasan pribadi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara relawan internasional dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat lokal. Melalui program ini, diharapkan siswa SD Karangwuni dapat menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari serta tumbuh menjadi generasi yang sadar kesehatan, peduli lingkungan, dan berkarakter kuat.