Kulon Progo (25/1) – Dalam rangka memperkuat pengabdian masyarakat dan kolaborasi lintas budaya, kegiatan World Friends Korea (WFK) Youth Volunteer Program ke 49 bersama mahasiswa Departemen Bahasa Seni dan Manajemen Budaya Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (DBSMB SV UGM) selama dua minggu melaksanakan serangkaian program pemberdayaan di Desa Karangwuni, Kulonprogo. Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi di sekolah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa dalam kegiatan lingkungan, sosial, dan kebudayaan sebagai bentuk penguatan hubungan antarbangsa dan pembangunan berbasis komunitas. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi bersama World Friends Korea (WFK) yang mendorong kerja sama internasional dalam mendukung pembangunan lokal berkelanjutan.
Salah satu kegiatan utama adalah aksi bersih pantai, di mana peserta bersama masyarakat melakukan pengumpulan sampah di area pesisir. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap dampak sampah terhadap ekosistem laut sekaligus menumbuhkan tanggung jawab kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, dilaksanakan pula aksi pengumpulan sampah di sekitar Kelurahan Karangwuni yang melibatkan warga setempat, sebagai langkah konkret membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal secara bersama-sama.

Gambar 2. Serah terima tong pilah sampah yang diwakili oleh Lurah Karangwuni
Upaya edukasi lingkungan juga diwujudkan melalui kegiatan melukis dan penyerahan tong sampah pilah kepada Desa Karangwuni dan SD Karangwuni. Mahasiswa relawan WFK-49 secara kreatif menghias tong sampah yang telah disiapkan, kemudian menyerahkannya kepada pihak kelurahan yang diwakili oleh Lurah Karangwuni. Kegiatan ini tidak hanya memperindah sarana kebersihan, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Pendekatan sosial dilakukan melalui home visit ke rumah warga di salah satu dukuh di Kelurahan Karangwuni. Kunjungan ini menjadi ruang dialog dan pembelajaran langsung mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat, struktur rumah, serta kondisi sosial setempat. Dalam kesempatan tersebut, peserta juga berinteraksi dengan warga dan menyaksikan kesenian tradisional Pekbung yang menjadi ciri khas lokal, sehingga memperkaya pemahaman budaya sekaligus mempererat hubungan emosional antara relawan dan masyarakat.
Kegiatan lain yang tak kalah antusias adalah pelatihan taekwondo kolaboratif bersama organisasi atau komunitas taekwondo setempat. Melalui latihan gerakan dasar, peserta tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, rasa percaya diri, dan sportivitas. Kegiatan ini turut memperkenalkan taekwondo sebagai seni bela diri tradisional Korea yang menjunjung tinggi etika dan penghormatan.
Seluruh rangkaian kegiatan ini sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui aktivitas fisik dan lingkungan sehat, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penguatan peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui edukasi pemilahan sampah, SDG 14 (Life Below Water) melalui aksi bersih pantai, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara relawan internasional, mahasiswa UGM, dan masyarakat desa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa pembangunan berkelanjutan dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama, serta terbangunnya hubungan persahabatan yang kuat antara masyarakat Desa Karangwuni dan relawan internasional.