Dosen BPW dan PARI SV UGM Kembangkan Storytelling Sejarah Batik nDalem Ambatik untuk Mendukung Pariwisata Budaya Berkelanjutan
YOGYAKARTA (28/10) – Pelestarian warisan budaya dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penelitian tahun kedua yang dilakukan Frida Anis Handayani, dosen Program Studi Sarjana Terapan Bisnis Perjalanan Wisata (BPW), bersama Arif Rahman Bramantya, dosen Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi (PARI), Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM). Penelitian yang dilaksanakan di Desa Wisata Dahayu Giri, Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini mengangkat judul “Inventarisasi dan Katalogisasi Warisan Batik di nDalem Ambatik dalam Perspektif Kearsipan untuk Mendukung Daya Tarik Wisata Budaya.”

Penelitian ini bertujuan menggali, menginventarisasi, dan mendokumentasikan informasi sejarah Joglo nDalem Ambatik beserta aktivitas produksi batik yang pernah berlangsung di dalamnya. Dokumentasi tersebut selanjutnya dikembangkan menjadi storytelling sejarah untuk memperkuat daya tarik wisata budaya sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal.
Desa Wisata Dahayu Giri memiliki beragam potensi atraksi budaya dan telah menawarkan paket wisata kepada pengunjung. Namun, pengembangan paket wisata masih menghadapi tantangan dalam efisiensi waktu dan biaya, serta upaya menciptakan pengalaman wisata yang berkesan. Di tengah meningkatnya kebutuhan wisatawan terhadap pengalaman autentik, pengembangan pariwisata perlu diarahkan tidak hanya pada kunjungan ke suatu tempat atau aktivitas wisata, tetapi juga pada pemahaman mengenai sejarah, tradisi, dan kehidupan masyarakat setempat.
Storytelling sebagai Inovasi Atraksi Wisata Budaya
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Joglo nDalem Ambatik merupakan rumah tradisional berusia sekitar 100 tahun yang pernah digunakan sebagai tempat produksi batik pada pertengahan abad ke-20. Sejumlah peninggalan yang berkaitan dengan aktivitas membatik masih tersimpan di dalam joglo tersebut, antara lain cap pola batik, peralatan dan perlengkapan membatik, serta kain batik yang pernah diproduksi di tempat itu.
Keberadaan peninggalan fisik tersebut menyimpan potensi sebagai sumber informasi sejarah yang dapat dikembangkan menjadi narasi wisata. Melalui pendekatan kearsipan, informasi mengenai benda, aktivitas produksi, dan kehidupan masyarakat pada masa lalu dapat dihimpun dan disusun secara sistematis. Informasi tersebut kemudian dipadukan dengan cerita dan kesaksian masyarakat untuk membangun storytelling yang informatif, autentik, dan bermakna. Pengembangan storytelling sejarah di nDalem Ambatik juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah paket wisata budaya batik di Desa Wisata Dahayu Giri. Narasi sejarah dapat melengkapi kegiatan lokakarya membatik, sehingga wisatawan tidak hanya memperoleh pengalaman praktik membatik, tetapi juga memahami perjalanan sejarah, nilai budaya, dan kehidupan masyarakat yang melatarbelakangi tradisi tersebut.
Pendekatan ini membuka peluang bagi pengelola desa wisata untuk menghadirkan atraksi budaya yang lebih beragam tanpa harus selalu menambah lokasi kunjungan. Dengan mengoptimalkan potensi sejarah yang telah tersedia, pengalaman wisata dapat dikembangkan secara lebih mendalam sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya budaya secara bertanggung jawab.
Mendukung SDGs melalui Pelestarian Warisan Budaya
Penelitian dosen BPW dan PARI SV UGM ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) tentang perlindungan dan pelestarian warisan budaya. Inventarisasi, katalogisasi, dan pengembangan storytelling sejarah menjadi upaya untuk menjaga keberadaan pengetahuan mengenai warisan batik agar dapat dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Penelitian ini juga mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) mengenai pengembangan pariwisata berkelanjutan yang menciptakan lapangan kerja serta mempromosikan budaya dan produk lokal. Penguatan storytelling sejarah berpotensi meningkatkan daya tarik paket wisata budaya, memberikan nilai tambah bagi kegiatan membatik, serta membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui pariwisata berbasis warisan budaya.
Selain itu, pendekatan dokumentasi sejarah dan penyampaian pengetahuan budaya kepada pengunjung turut relevan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) yang mendorong penguatan pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, penghargaan terhadap keragaman budaya, serta pelestarian warisan budaya. Melalui kolaborasi bidang pariwisata dan kearsipan, penelitian ini menunjukkan bahwa warisan budaya tidak hanya perlu dijaga secara fisik, tetapi juga perlu didokumentasikan, ditafsirkan, dan dikomunikasikan agar tetap relevan bagi masyarakat. Pengembangan storytelling sejarah nDalem Ambatik diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Desa Wisata Dahayu Giri sekaligus mendorong pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pelestarian warisan budaya secara berkelanjutan.