Gambar 1. Dosen DBSMB mengikuti Sharing Publikasi dan Penelitian Perdana 2026Yogyakarta (6/2) – Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan kegiatan Sharing Publikasi dan Penelitian perdana sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, reflektif, dan berdaya saing global. Kegiatan ini menjadi ruang intelektual bagi para dosen untuk berbagi pengalaman riset, memperkenalkan pendekatan metodologis baru, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai etika penelitian. Melalui forum ini, DBSMB menegaskan komitmennya dalam mendorong budaya publikasi ilmiah yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berintegritas.
Sesi pertama menghadirkan Sarani Pitor Pakan, Ph.D. dengan topik “Storying-as-theorising: Catatan dari Dunedin.” Dalam paparannya, ia mengajak peserta untuk melihat teori bukan semata sebagai konstruksi konseptual yang lahir dari abstraksi akademik, melainkan juga sebagai hasil refleksi naratif yang mendalam. Berangkat dari pengalaman akademiknya di Dunedin, ia menunjukkan bagaimana storytelling dapat menjadi pendekatan epistemologis dalam penelitian kualitatif. Narasi, pengalaman lapangan, serta refleksi personal diposisikan sebagai sumber konseptualisasi yang sahih, sehingga proses bercerita bukan sekadar teknik komunikasi, melainkan metode untuk membangun teori yang kontekstual dan bermakna. Pemikiran ini membuka cakrawala baru bagi dosen untuk lebih percaya diri dalam mengolah pengalaman riset menjadi kontribusi teoretis.
Selanjutnya, Yohana Ika Harnita Sari, Ph.D. memaparkan materi berjudul “Eye Tracking in Language Research: Best Practice from an ESL Reading Study.” Ia memperkenalkan penggunaan teknologi eye tracking dalam penelitian bahasa, sebuah pendekatan yang masih relatif jarang dimanfaatkan namun memiliki potensi besar dalam menghasilkan data empiris yang presisi. Melalui studi membaca bahasa kedua (ESL), ia menjelaskan bagaimana alat eye tracker mampu merekam pola gerakan mata, durasi fiksasi, serta fokus perhatian pembaca, sehingga memberikan gambaran objektif mengenai proses kognitif yang terjadi selama membaca. Paparan ini tidak hanya memperkaya wawasan metodologis peserta, tetapi juga memotivasi para dosen untuk berani mengadopsi teknologi mutakhir dan pendekatan interdisipliner demi meningkatkan kualitas serta daya saing penelitian di tingkat internasional.

Pada sesi penutup, Fatmawati Djafri, Ph.D. menyampaikan “Sosialisasi Ethical Clearance” yang menekankan pentingnya persetujuan etik sebagai bagian fundamental dari proses penelitian, khususnya yang melibatkan partisipan manusia. Ia menjelaskan prosedur pengajuan, kelengkapan dokumen, serta prinsip-prinsip etika penelitian seperti informed consent, kerahasiaan data, dan perlindungan partisipan. Sosialisasi ini menjadi pengingat bahwa kualitas penelitian tidak hanya ditentukan oleh kebaruan metodologi dan temuan ilmiah, tetapi juga oleh kepatuhan terhadap standar etika akademik yang menjunjung tinggi tanggung jawab sosial dan profesional.
Melalui kegiatan ini, DBSMB berharap dapat menumbuhkan semangat kolaborasi, memperkuat kapasitas riset dosen, serta membangun budaya publikasi yang konsisten dan berkelanjutan. Sharing perdana ini menjadi titik awal bagi terciptanya komunitas akademik yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, terbuka terhadap inovasi metodologis, serta teguh memegang prinsip etika dalam setiap proses penelitian.
Kegiatan Sharing Publikasi dan Penelitian perdana ini secara harmonis sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan kapasitas riset dan produktivitas publikasi ilmiah. Di samping itu, pengenalan dan pemanfaatan teknologi eye tracking dalam penelitian turut merefleksikan semangat inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan sebagaimana relevan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Sementara itu, sosialisasi ethical clearance menegaskan komitmen terhadap tata kelola penelitian yang akuntabel, transparan, dan berintegritas, selaras dengan nilai-nilai yang diusung dalam SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.