UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DEPARTEMEN BAHASA, SENI DAN MANAJEMEN BUDAYA

UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DBSMB

| | | | | |

Dorong Sport Tourism Berkelanjutan, Mahasiswa Bisnis Perjalanan Wisata SV UGM Serahkan Rekomendasi Kebijakan Jogja WindWave Festival

Yogyakarta (15/10) – Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Bisnis Perjalanan Wisata, Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), menyusun dan menyerahkan rekomendasi kebijakan strategis untuk pengembangan Jogja WindWave Festival. Rekomendasi tersebut merupakan luaran pembelajaran mata kuliah Sport Tourism yang mengintegrasikan riset lapangan, analisis pemangku kepentingan, dan perumusan kebijakan berbasis data guna mendukung penyelenggaraan event olahraga yang berkelanjutan.

Gambar 1. Kite Surfing di Jogja WindWave Festival
Gambar 1. Kite Surfing di Jogja WindWave Festival

Kegiatan diawali dengan riset lapangan yang melibatkan 30 mahasiswa di Laguna Pantai Depok, Kabupaten Bantul selama penyelenggaraan festival. Mahasiswa mengumpulkan data primer melalui wawancara terstruktur dan dokumentasi media dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain panitia penyelenggara, atlet kitesurfing, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengunjung. Pengumpulan data ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi, tantangan, dan dinamika kepentingan yang muncul dalam penyelenggaraan event olahraga air, termasuk keterkaitan antara operasional festival, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pengelolaan lingkungan.

Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dibahas melalui simulasi Town Hall Discussion di ruang kelas. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai berbagai pemangku kepentingan yang menyampaikan aspirasi, mempertahankan argumentasi, dan merumuskan alternatif kebijakan berdasarkan temuan lapangan. Pendekatan pembelajaran tersebut mendorong mahasiswa untuk memahami kompleksitas pengelolaan event olahraga sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analisis kebijakan, komunikasi, dan negosiasi dalam menyelaraskan beragam kepentingan.

Pemilihan kitesurfing sebagai objek kajian memberikan konteks pembelajaran yang relevan bagi pengembangan sport tourism berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun olahraga ini memanfaatkan energi angin, penyelenggaraan festival tetap memerlukan perhatian terhadap daya dukung lingkungan, khususnya di kawasan laguna dan muara yang memiliki karakteristik ekologis sensitif. Oleh karena itu, pengelolaan sampah, penataan ruang kegiatan, penyediaan infrastruktur dasar, serta pelibatan masyarakat lokal menjadi aspek penting dalam merancang penyelenggaraan festival yang bertanggung jawab.

Hasil analisis mahasiswa dirumuskan dalam dokumen rekomendasi yang mencakup lima pilar strategis. Pertama, penataan zonasi lokasi festival untuk meningkatkan efektivitas operasional sekaligus mengurangi potensi konflik pemanfaatan ruang. Kedua, peningkatan aksesibilitas dan penyediaan infrastruktur dasar, termasuk fasilitas air dan listrik. Ketiga, penguatan partisipasi ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM dan pelaku usaha lokal. Keempat, pembentukan tim pengelolaan sampah terpadu untuk mendukung kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kelima, pengembangan kemitraan dan koordinasi antarpemangku kepentingan guna memperkuat tata kelola penyelenggaraan event pada masa mendatang.

Dokumen rekomendasi tersebut diserahkan kepada panitia penyelenggara Jogja WindWave Festival dan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai masukan untuk penyempurnaan perencanaan dan pelaksanaan festival pada edisi berikutnya. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan event, memperkuat manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, serta mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam pengembangan pariwisata berbasis olahraga.

Melalui kegiatan ini, SV UGM menegaskan peran pendidikan vokasi dalam menghasilkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan industri dan masyarakat. Integrasi riset lapangan dengan penyusunan rekomendasi kebijakan memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan secara kontekstual sekaligus mendukung pengembangan sport tourism yang inklusif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis pengalaman, riset lapangan, dan pengembangan kompetensi mahasiswa dalam analisis serta perumusan kebijakan. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong keterlibatan UMKM dan masyarakat lokal dalam rantai nilai penyelenggaraan event olahraga, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui rekomendasi penataan ruang dan pengelolaan destinasi yang memperhatikan daya dukung lingkungan, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui usulan pengelolaan sampah terpadu dan penerapan prinsip green event. Dengan demikian, kolaborasi antara perguruan tinggi, penyelenggara festival, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pengembangan pariwisata berbasis olahraga yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Penulis : Sarani Pitor Pakan

Similar Posts