UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DEPARTEMEN BAHASA, SENI DAN MANAJEMEN BUDAYA

UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DBSMB

| | | | |

Kolaborasi dengan Peneliti Jepang, SV UGM Gali Metode Efektif Tingkatkan Pemahaman Bacaan Bahasa Jepang

YOGYAKARTA (15/10) – Departemen Bahasa Seni dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) terus memperkuat kualitas pembelajaran bahasa asing melalui kolaborasi riset internasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kuliah umum tentang metode peningkatan pemahaman bacaan pembelajar bahasa Jepang yang diselenggarakan pada Selasa (15/9), pukul 11.00–13.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahun ketiga kerjasama penelitian yang berfokus pada pengembangan strategi pembelajaran membaca bahasa Jepang, khususnya untuk memperkuat basic literacy skills atau keterampilan literasi dasar mahasiswa.

Gambar 1. Onuma Genya dan Sasaki Ryozo berbagi metode pembelajaran membaca untuk mahasiswa Bahasa Jepang Kombispro
Gambar 1. Onuma Genya dan Sasaki Ryozo berbagi metode pembelajaran membaca untuk mahasiswa Bahasa Jepang Kombispro

Kuliah umum ini merupakan hasil kolaborasi antara Lufi Wahidati, dosen Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (Bahasa Jepang Kombispro), dengan dua akademisi dari Jepang, yaitu Onuma Genya dari Takushoku University dan Sasaki Ryozo dari Shizuoka University. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang Kombispro angkatan 2025. Melalui pertemuan akademik ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal pendekatan pembelajaran membaca yang dikembangkan melalui penelitian sekaligus memperluas wawasan mengenai praktik pembelajaran bahasa Jepang.

Dalam pemaparannya, Onuma Genya memperkenalkan Nihongo Kihon Doushi Bank atau Basic Verb Bank, sebuah situs web yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar mandiri untuk memperkuat penguasaan kata kerja dasar bahasa Jepang. Pemanfaatan sumber belajar digital ini diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun fondasi kebahasaan yang diperlukan untuk memahami teks secara lebih baik. Akses terhadap sumber belajar yang relevan juga mendorong mahasiswa untuk lebih mandiri dalam mengembangkan kemampuan berbahasa.

Sementara itu, Sasaki Ryozo memperkenalkan konsep extensive reading atau tadoku, yaitu pendekatan membaca ekstensif yang mendorong pembelajar membaca berbagai teks dalam jumlah banyak dengan menekankan kenyamanan dan kesenangan membaca. Berbeda dari pembelajaran yang berfokus pada analisis tata bahasa dan pencarian arti setiap kosakata, metode ini mengajak pembelajar memahami teks secara bertahap melalui bacaan yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Sasaki menjelaskan bahwa pemilihan bahan bacaan yang sedikit lebih mudah daripada tingkat kemampuan bahasa yang sedang dikuasai menjadi salah satu prinsip penting dalam penerapan tadoku. Dengan membaca teks yang relatif mudah dipahami, mahasiswa dapat mengurangi ketergantungan pada kamus dan tidak terlalu sering terhenti untuk menganalisis struktur tata bahasa. Dengan demikian, perhatian mereka dapat lebih terarah pada pemahaman isi bacaan dan pembentukan kebiasaan membaca secara berkelanjutan. Pendekatan ini juga dikaitkan dengan level Japanese-Language Proficiency Test (JLPT) agar mahasiswa dapat menyesuaikan pilihan bacaan dengan kemampuan bahasa masing-masing.

Tidak hanya mendapatkan materi secara teoretis, mahasiswa juga berkesempatan mempraktikkan metode tadoku melalui kegiatan membaca buku-buku berbahasa Jepang yang disediakan oleh tim peneliti. Setelah sesi membaca, beberapa mahasiswa maju ke depan kelas untuk memperkenalkan buku yang dipilih dan menceritakan kembali isinya secara singkat dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Jepang. Aktivitas ini memadukan keterampilan membaca, memahami informasi, dan menyampaikan kembali gagasan secara lisan.

Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan praktik berlangsung. Mereka merasakan bahwa membaca teks berbahasa Jepang dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan ketika bahan bacaan dipilih sesuai dengan tingkat kemampuan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun motivasi belajar sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca yang dapat mendukung peningkatan kompetensi bahasa Jepang dalam jangka panjang.

Selain menyelenggarakan kuliah umum, tim peneliti juga melanjutkan penelitian dengan menggunakan metode Immediate Written Recall. Dalam metode ini, responden diminta menuliskan kembali isi teks berbahasa Jepang yang telah dibaca ke dalam bahasa Indonesia. Hasil tulisan tersebut kemudian digunakan untuk mengkaji tingkat pemahaman pembaca serta mengidentifikasi aspek kebahasaan, termasuk struktur tata bahasa, yang berpotensi menjadi kendala dalam memahami teks.

Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses membaca dan faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman pemelajar bahasa Jepang. Temuannya juga berpotensi menjadi dasar pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif, sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan karakteristik pembelajaran bahasa asing di Indonesia.

Melalui kolaborasi dengan akademisi Jepang yang telah memasuki tahun ketiga, SV UGM berupaya menghubungkan kegiatan pendidikan, penelitian, dan inovasi pembelajaran. Kerja sama ini tidak hanya memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga membuka peluang pengembangan metode pembelajaran berbasis penelitian yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam pendidikan bahasa Jepang. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan literasi dasar, pengembangan metode pembelajaran yang inovatif, serta peningkatan akses mahasiswa terhadap sumber belajar digital dan praktik membaca yang sesuai dengan kemampuan mereka. Kolaborasi penelitian antara akademisi Indonesia dan Jepang juga berkontribusi terhadap SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan memperkuat jejaring akademik internasional dalam pengembangan pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan. Melalui pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa dan berbasis penelitian, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya proses pembelajaran bahasa asing yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Penulis: Lufi Wahidati

Similar Posts