UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DEPARTEMEN BAHASA, SENI DAN MANAJEMEN BUDAYA

UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DBSMB

| | | |

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris SV UGM Teliti Teks Pameran Edukatif di Taman Pintar untuk Mendukung Pendidikan Berkualitas

YOGYAKARTA (14/10) – Dosen dan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Inggris, Departemen Bahasa Seni dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) melakukan penelitian mengenai teks pameran edukatif di Taman Pintar Yogyakarta. Penelitian yang diketuai oleh Yohana Ika Harnita Sari, S.Pd., M.Hum., Ph.D., ini bertujuan mengkaji peran teks pameran dalam menyampaikan informasi ilmiah sekaligus membentuk pemahaman pengunjung terhadap sains dan pengetahuan.

Gambar 1. Observasi terhadap wacana teks pameran yang terdapat di sejumlah zona di Taman Pintar
Gambar 1. Observasi terhadap wacana teks pameran yang terdapat di sejumlah zona di Taman Pintar

Penelitian ini berangkat dari pemahaman bahwa teks pameran bukan sekadar pelengkap visual di museum atau pusat peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Teks tersebut merupakan bagian penting dari komunikasi sains yang membantu pengunjung memahami konsep ilmiah melalui informasi yang disajikan secara terstruktur, kontekstual, dan mudah dipahami. Namun, peran teks pameran sebagai praktik wacana yang memengaruhi cara masyarakat memahami pengetahuan masih perlu dikaji lebih mendalam, khususnya dalam konteks ruang edukasi publik di Indonesia.

Ketua tim peneliti, Yohana Ika Harnita Sari, menjelaskan bahwa pemilihan kata, penyusunan informasi, dan cara penyampaian pesan dalam teks pameran dapat mempengaruhi pengalaman belajar pengunjung.

“Teks pameran merupakan instrumen yang membentuk cara pengunjung memahami sains dan pengetahuan. Bagaimana informasi disusun, dipilih, dan dikemas akan sangat mempengaruhi literasi pengunjung,” ujarnya saat kegiatan penelitian di Taman Pintar Yogyakarta, Senin (12/10/2026).

Dalam konteks wisata edukasi, teks pameran juga menjadi bagian dari educational tourism interpretation, yakni proses menerjemahkan dan menginterpretasikan pengetahuan agar lebih bermakna, menarik, dan mudah dipahami oleh pengunjung dengan beragam usia serta latar belakang pendidikan. Dengan demikian, kualitas teks pameran menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan destinasi wisata edukasi yang informatif dan inklusif.

Taman Pintar Yogyakarta dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan salah satu pusat peragaan IPTEK yang menyediakan pengalaman belajar sains melalui berbagai wahana dan zona edukatif. Keberadaan pengunjung dari berbagai kelompok, terutama pelajar dari berbagai daerah, menjadikan Taman Pintar sebagai lokasi yang relevan untuk mengkaji bagaimana informasi ilmiah disampaikan kepada masyarakat di luar lingkungan pendidikan formal.

Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana terhadap teks pameran yang terdapat di sejumlah zona, khususnya Gedung Oval dan Gedung Kotak Taman Pintar. Melalui pendekatan tersebut, tim peneliti mengkaji bagaimana bahasa digunakan untuk menyampaikan informasi, membangun makna, serta mendukung proses pemahaman pengunjung terhadap materi yang dipamerkan.

Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis riset (research-based learning). Mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan dokumentasi, transkripsi, dan analisis awal data di lapangan. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan kebahasaan secara langsung sekaligus mengembangkan kompetensi dalam analisis wacana, komunikasi sains, dan interpretasi wisata edukasi.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pengelola museum, pusat peragaan IPTEK, dan destinasi wisata edukasi dalam menyusun teks pameran yang lebih efektif, komunikatif, dan mudah diakses oleh berbagai kelompok pengunjung. Temuan penelitian juga diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan kajian serupa di museum dan pusat edukasi lainnya di Indonesia, sehingga pemahaman mengenai praktik komunikasi pengetahuan di ruang publik dapat semakin komprehensif. Melalui penelitian ini, SV UGM menegaskan komitmennya dalam mengembangkan riset terapan yang menghubungkan keilmuan bahasa dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan nonformal dan peningkatan literasi masyarakat.

Penelitian ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui kajian terhadap efektivitas penyampaian pengetahuan di ruang pendidikan nonformal. Pengembangan teks pameran yang informatif, komunikatif, dan inklusif berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan ilmiah serta mendukung peningkatan literasi bagi pengunjung dengan beragam usia dan latar belakang pendidikan. Selain itu, pelibatan mahasiswa dalam proses penelitian turut memperkuat kualitas pembelajaran di pendidikan tinggi melalui pengalaman riset langsung, pengembangan keterampilan analitis, dan penerapan ilmu untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Similar Posts