UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DEPARTEMEN BAHASA, SENI DAN MANAJEMEN BUDAYA

UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DBSMB

| | | |

Perkuat Jejaring Global, DBSMB Berangkatkan 9 Mahasiswa ke Jeonbuk National University; 5 Raih Pendanaan EQUITY UGM

Gambar 1. 9 Mahasiswa Prodi Inggris mengikuti program pertukaran pelajar

Yogyakarta (1/3) – Departemen Bahasa Seni dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi melalui pengiriman sembilan mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris ke Korea Selatan dalam Program Student Exchange selama satu semester, yang berlangsung mulai Maret hingga Juni 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas akademik dan pengalaman global mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia internasional.

Kesembilan mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Raisa Putri Ramadhanty, Farizka Delisyah Putri, Silky Nielna Rizqiya, Rebina Maura Andina, Najya Zada Karima, RA Intan Nuraini Febriana, Mohammad Nawfaldy Ilham Ramadhan, Willy Ananda Saputra Golioth, dan Adiba Octavia Pramono. Mereka akan menempuh perkuliahan di Jeonbuk National University (JBNU), Korea Selatan yang memiliki reputasi kuat dalam kolaborasi internasional dan pengembangan akademik global.

Sebagai bentuk dukungan bagi mahasiswa internasional, Jeonbuk National University memberikan fasilitas beasiswa berupa penyediaan asrama (dormitory), pembebasan biaya kuliah (free tuition fee), serta program kursus Bahasa Korea (Korean language course) guna menunjang kemampuan komunikasi dan adaptasi budaya selama masa studi. Selain itu, lima mahasiswa dari total peserta juga berhasil memperoleh pendanaan melalui program EQUITY UGM yang didukung oleh Direktorat Kemitraan dan Relasi Global Universitas Gadjah Mada, sebagai upaya memperluas akses dan pemerataan kesempatan mahasiswa dalam mengikuti program mobilitas internasional.

Dukungan pendanaan ini mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi global. Melalui pengalaman akademik lintas negara, mahasiswa diharapkan mampu memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi akademik dan interkultural, serta membangun jejaring internasional yang akan memperkuat daya saing mereka di masa depan.

Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penyediaan akses pembelajaran internasional yang bermutu dan inklusif. Selain itu, dukungan Equity Program dari Kementerian turut mendukung SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) melalui pemerataan kesempatan pendidikan global, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kerja sama pendidikan lintas negara.

Similar Posts