Yogyakarta, 11/3 – Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Einstein’s Places: Bern, Berlin, Princeton” yang disampaikan oleh Michael D. Gordin, Dekan College dan Profesor Rosengarten untuk Sejarah Modern dan Kontemporer di Departemen Sejarah, Princeton University. Kegiatan ini diadakan di Gedung Teaching Industry Learning Center SV UGM dan dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa dari Program Studi Bahasa Inggris serta Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi.
Acara ini juga dihadiri oleh Dekan Sekolah Vokasi, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama Sekolah Vokasi, serta Ketua Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya. Kehadiran pimpinan akademik tersebut menunjukkan dukungan institusi terhadap penguatan wawasan global dan pengembangan pemikiran kritis mahasiswa melalui kegiatan akademik lintas disiplin.
Dalam kuliah umum ini, Prof. Gordin membahas perjalanan hidup dan karier ilmiah Albert Einstein yang tidak dapat dipisahkan dari tiga kota penting tempat ia berkarya, yaitu Bern, Berlin, dan Princeton.
Di Bern, Swiss, Einstein bekerja sebagai pegawai kantor paten sambil mengembangkan gagasan-gagasan revolusioner yang kemudian melahirkan teori relativitas khusus serta sejumlah karya ilmiah penting pada tahun 1905. Periode ini dikenal sebagai masa annus mirabilis atau tahun keajaiban Einstein, ketika refleksi mendalam mengenai konsep ruang, waktu, dan cahaya menghasilkan terobosan besar yang mengubah arah perkembangan fisika modern.
Perjalanan Einstein kemudian berlanjut di Berlin, di mana ia berkembang menjadi salah satu ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Di kota ini Einstein mengembangkan teori relativitas umum dan aktif dalam komunitas ilmiah serta kehidupan intelektual Eropa. Namun, situasi politik yang semakin tidak stabil akibat bangkitnya Nazism membawa tantangan besar bagi kehidupannya, hingga akhirnya ia meninggalkan Jerman. Einstein kemudian menetap di Princeton, Amerika Serikat, dan bergabung dengan Institute for Advanced Study. Di sana ia melanjutkan penelitian ilmiah sekaligus berperan aktif dalam berbagai isu sosial dan politik, termasuk upaya perdamaian dunia, perjuangan hak sipil, serta pentingnya kontrol sipil terhadap pengembangan senjata nuklir.
Kuliah umum ini memberikan manfaat dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa mengenai perkembangan pemikiran ilmiah Albert Einstein dengan menempatkannya dalam konteks intelektual, sosial, dan politik yang membentuk kehidupannya di berbagai kota penting. Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa dapat melihat bahwa perkembangan ilmu pengetahuan tidak terlepas dari dinamika masyarakat dan sejarah yang melatarbelakanginya. Kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan perspektif global serta kemampuan berpikir kritis terhadap peran ilmuwan dalam mempengaruhi kehidupan sosial dan politik dunia.
Selain memperkaya wawasan akademik mahasiswa, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan pendidikan berkualitas (Goal 4) dan kemitraan untuk mencapai tujuan (Goal 17) melalui penguatan kerjasama akademik internasional serta pengembangan perspektif global dalam pendidikan tinggi.