Gunungkidul, Desember — Keluarga Mahasiswa Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (KM DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menutup rangkaian program pengabdian masyarakat tahun 2025 melalui kegiatan Jelajah Asa yang diselenggarakan pada 5–6 Desember 2025 di Padukuhan Blekonang 1, 2, dan 3, Kalurahan Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa dalam memperluas dampak sosial di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan Jelajah Asa terlaksana melalui kolaborasi bersama Relawan Kebaikan Indonesia, dengan dukungan Aksi Berbagi, Visiting Jogja, dan Desa Wisata Tepus, serta melibatkan 20 relawan yang berpartisipasi dalam berbagai program sosial, pendidikan, dan kesehatan bagi masyarakat setempat.
Berbagai kegiatan edukatif digelar untuk anak-anak di TPA Blekonang melalui program Edufun dan Ngaji Bersama. Dalam kegiatan ini, anak-anak mengikuti pembelajaran kreatif melalui program Pohon Cita-Cita yang mendorong mereka untuk berani bermimpi serta menumbuhkan semangat belajar dan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan ini turut mendukung Tujuan 4 Sustainable Development Goals (SDGs): Pendidikan Berkualitas.
Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian akbar yang dihadiri sekitar 100 jamaah dari tiga padukuhan dengan menghadirkan M. Gibran dan Naim Mas’ud sebagai penceramah. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pembagian 100 Al-Qur’an serta bantuan pangan bagi masyarakat, sebagai bagian dari upaya mendukung SDGs Tujuan 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Pada hari kedua, program dilanjutkan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi sekitar 70–80 warga yang dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Tepus 2. Masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar serta pembagian obat secara cuma-cuma. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi terhadap SDGs Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dengan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat desa.
Selain itu, anak-anak juga mengikuti kegiatan Sekolah Alam, yaitu kegiatan eksplorasi lingkungan yang bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap alam serta mengenalkan potensi lokal desa. Dalam rangka mendukung promosi ekonomi lokal, tim Jelajah Asa juga melakukan peliputan potensi wisata dan kerajinan masyarakat, seperti Pantai Watunene, Pantai Seruni, serta kerajinan perak dan tembaga milik warga. Upaya ini sejalan dengan SDGs Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan promosi potensi ekonomi kreatif dan pariwisata desa.
Ketua Pelaksana Jelajah Asa, Daffa Fadhillah, menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai penutup rangkaian pengabdian KM DBSMB UGM yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi program sosial sesaat, tetapi juga dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di Tepus,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Relawan Kebaikan Indonesia, M. Gibran, menilai bahwa kolaborasi lintas komunitas menjadi kunci dalam menghadirkan program sosial yang mampu menjangkau wilayah-wilayah yang masih jarang tersentuh kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Sinergi berbagai pihak dalam program ini juga mencerminkan semangat SDGs Tujuan 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara mahasiswa, komunitas sosial, tenaga kesehatan, serta masyarakat lokal.
Program Jelajah Asa turut digerakkan oleh tim pelaksana yang terdiri dari Hidayah Tranaka, Sarah Suci Khairani, Aulia Najwa, Ivan Arsa, Farrel Febri, Rasyid Abiyu Syafi, dan Luthfia Ramadhani. Melalui program ini, KM DBSMB UGM menutup tahun pengabdian 2025 dengan kegiatan terpadu yang memadukan pendidikan, kesehatan, sosial, serta penguatan potensi ekonomi desa.


