Yogyakarta, 5 Mei 2026 – Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing mahasiswa melalui penyelenggaraan Workshop Manajemen Dokumen di Bank Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom Teaching Industry Learning Center (TILC) Sekolah Vokasi UGM ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara DBSMB SV UGM dan Bank Indonesia dalam memperkuat wawasan praktis mahasiswa Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi mengenai pengelolaan arsip modern di institusi nasional yang memiliki peran vital dalam perekonomian Indonesia.
Workshop ini menjadi bagian dari rangkaian program Bank Indonesia Mengajar yang sebelumnya telah diawali melalui kegiatan kick-off dan Focus Group Discussion (FGD) bersama sivitas akademika serta Himpunan Mahasiswa Kearsipan (HIMADIKA). Program ini dirancang sebagai wadah penguatan kapasitas mahasiswa agar mampu memahami secara langsung implementasi sistem manajemen dokumen berbasis regulasi nasional, standar internasional, serta inovasi digital terkini yang diterapkan oleh Bank Indonesia.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Alumni Sekolah Vokasi UGM menekankan bahwa sinergi antara perguruan tinggi vokasi dengan institusi strategis nasional merupakan langkah penting dalam menyiapkan lulusan yang unggul, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Ia juga menyoroti bahwa bidang kearsipan kini semakin memegang peranan strategis dalam berbagai sektor, terutama dalam menjamin tata kelola organisasi yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan.
Sementara itu, opening remarks dari Bank Indonesia yang disampaikan oleh Suti Masniari Nasution, S.H., M.E., selaku Kepala Grup Layanan dan Fasilitas Departemen Layanan Aset Umum dan Fasilitas, menegaskan bahwa arsip bukan sekadar dokumen administratif, melainkan jejak bangsa yang memiliki nilai strategis sebagai instrumen legitimasi kelembagaan, bukti hukum, akuntabilitas publik, serta memori kolektif nasional. Dalam paparannya, Bank Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam pengelolaan arsip melalui penerapan sistem manajemen dokumen yang terintegrasi dengan standar internasional seperti ISO 30301, ISO 15489, ISO 9001, serta kebijakan green office dan transformasi digital.
Materi inti workshop disampaikan oleh Hardini Swastiana, S.E., M.B.A., Kepala Divisi Layanan, Fasilitas, dan Arsip Bank Indonesia, yang memberikan wawasan komprehensif mengenai strategi pengelolaan arsip sebagai bagian penting dalam menjaga kesinambungan kebijakan moneter, mendukung pengambilan keputusan, memperkuat akuntabilitas institusi, serta menjaga sejarah kelembagaan bangsa. Mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai inovasi pengelolaan arsip berbasis teknologi, seperti otomatisasi klasifikasi dokumen menggunakan Artificial Intelligence (AI), chatbot pencarian dokumen, disaster recovery system, hingga strategi sustainability untuk mendukung paperless policy dan green office.
Tidak hanya memperluas wawasan akademik dan profesional, kegiatan ini juga membuka peluang baru bagi mahasiswa terkait program magang dan karir di Bank Indonesia. Informasi tersebut memberikan perspektif yang lebih luas bahwa lulusan Diploma IV, khususnya di bidang pengelolaan arsip dan rekaman informasi, memiliki peluang besar untuk berkontribusi di lembaga nasional melalui kompetensi yang kuat, pengalaman praktis, dan kesiapan profesional yang matang.
Melalui kegiatan ini, DBSMB SV UGM kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang berorientasi pada penguatan kompetensi berbasis kebutuhan industri dan institusi nasional. Workshop ini juga selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan mutu pendidikan vokasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga strategis negara.

Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan mahasiswa semakin memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya pengelolaan arsip di era transformasi digital, serta mampu menjadi lulusan yang profesional, inovatif, dan siap berkontribusi nyata dalam pembangunan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.