Gambar 1. Foto bersama seluruh panitia Okaeri 2026 setelah pelaksanaan acara (17/05/2026)
Yogyakarta – Program Studi D4 Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (Kombispro), DBSMB Sekolah Vokasi UGM kembali menghadirkan festival budaya Jepang tahunan, OKAERI 2026: Kawamo no Kirameki, yang diselenggarakan di lingkungan Sekolah Vokasi UGM. Rangkaian acara Okaeri 2026 dilaksanakan dalam dua hari kegiatan, yaitu Academic Day pada hari Sabtu, 9 Mei 2026 dan Matsuri Day pada hari Minggu, 17 Mei 2026. Seluruh rangkaian kegiatan bertempat di Halaman Depan Gedung Iso Reksohadiprodjo DBSMB dan Gedung Tjahyono Adi DTK, Sekolah Vokasi UGM. Pada Academic Day, terdapat tiga cabang lomba utama, yaitu Kana Taikai, Lomba Cerdas Cermat, dan 3Punkan Speech. Melalui Academic Day, pengunjung dapat mengenal lebih dekat berbagai program studi serta aktivitas akademik yang dikemas secara menarik dan interaktif.
Antusiasme luar biasa mewarnai gelaran Okaeri Academic Day tahun ini. Pada cabang lomba Kana Taikai, tercatat sebanyak 17 peserta dari berbagai sekolah berkompetisi, di antaranya SMK Negeri 1 Godean, SMA Negeri 1 Purworejo, SMA Negeri 5 Purworejo, SMA Negeri 2 Wonosari, SMA Negeri 4 Yogyakarta, SMA PLSt. Yosef Surakarta, SMA PL Don BosKo Semarang, SMA Islam Dian Didaktika, hingga SMK Negeri Pringsurat.
Kemeriahan yang sama juga terlihat pada cabang Cerdas Cermat dan cabang 3punkan Speech yang untuk pertama kalinya resmi diselenggarakan pada Okaeri 2026. Pada cabang cerdas cermat mempertemukan persaingan sengit antara SMK Negeri 1 Godean, SMK Negeri 2 Depok, SMK Negeri 4 Yogyakarta, SMA Negeri 1 Teladan Yogyakarta, SMA Islam Dian Didaktika, dan SMA PL Don Bosko Semarang.
Selain itu, sebanyak 10 peserta dari universitas ternama seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Jenderal Soedirman, dan Universitas Ngudi Waluyo bersaing ketat pada cabang lomba 3punkan speech.

Sementara itu, Matsuri Day menjadi puncak kemeriahan festival dengan berbagai performance, tenant, kompetisi, dan hiburan khas festival Jepang. Okaeri Matsuri Day mengusung konsep festival Jepang yang meriah, interaktif, dan penuh pengalaman seru sebagai wadah hiburan sekaligus ruang bertemunya berbagai komunitas, kreativitas, dan budaya. Tidak hanya menjadi festival Jejepangan, Okaeri 2026 juga menghadirkan pengalaman festival yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, baik pecinta budaya Jepang maupun pengunjung umum yang ingin menikmati suasana acara yang ramai dan berkesan. Pada Matsuri Day hadir kompetisi seperti Coswalk Competition dan J-Song Competition yang dinilai oleh para juri berpengalaman.

Berbagai kegiatan menarik hadir selama acara berlangsung, seperti performance dan hiburan panggung dengan suasana festival yang meriah, penampilan spesial dari guest star Gochikara dan Kohii Sekai. Ada juga beragam penampilan dari performer lainnya seperti Kouka, Gamabunta Band, Vydrix Bad Squad, Shevoid, Ixora Idol, dan Yokai Wotagei. Selain itu, melalui Matsuri Day, pengunjung dapat menikmati berbagai cemilan Jepang yang dijajakan oleh stand, membeli merchandise Jejepangan, melakukan aktivitas menarik melalui area tenant yang interaktif, mencoba yukata dan menikmati suasana matsuri Jepang, berpose melalui foto keliling gratis yang dibagikan melalui drive dokumentasi, mengunjungi stand program studi yang interaktif dan kreatif, serta menikmati suasana outdoor festival dengan musik dan performance sepanjang acara.

Terdapat lebih dari 15 tenant turut memeriahkan festival dengan berbagai aktivitas dan pengalaman seru sepanjang acara berlangsung. Okaeri 2026 menjadi ruang bagi pengunjung untuk mencari pengalaman baru, bertemu banyak orang, menikmati hiburan, serta menciptakan kenangan menyenangkan bersama teman-teman dalam suasana festival yang hangat dan meriah.Melalui Okaeri 2026: Kawamo no Kirameki, Program Studi D4 Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Sekolah Vokasi UGM tidak hanya menghadirkan festival budaya, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi internasional, kreativitas generasi muda, serta apresiasi terhadap keberagaman budaya. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung penguatan pendidikan berkualitas, pengembangan kreativitas generasi muda, serta terciptanya ruang komunitas yang inklusif dan berkelanjutan sejalan dengan nilai-nilai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, kemitraan, dan pembangunan komunitas yang inklusif.