Yogyakarta (25/6)– Prestasi internasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (BJKombispro), Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Iqbal Widyadhana, mahasiswa angkatan 2023, berhasil lolos sebagai peserta Japanese Language Program for Counterpart Japanese Learners (University Students) Program 2025–2026 yang diselenggarakan oleh The Japan Foundation di The Japan Foundation Japanese-Language Institute, Kansai, Jepang.
Program prestisius yang berlangsung selama 44 hari, mulai 12 Mei hingga 24 Juni 2026, ini mempertemukan mahasiswa pembelajar bahasa Jepang dari berbagai negara yang telah melalui proses seleksi yang sangat kompetitif. Seluruh biaya program ditanggung oleh The Japan Foundation, sehingga peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan budaya secara penuh. Keberhasilan Iqbal menjadi bukti nyata daya saing mahasiswa DBSMB Sekolah Vokasi UGM di tingkat internasional sekaligus mencerminkan kualitas pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi global, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia profesional.
Program Japanese Language Program for Counterpart Japanese Learners dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menggunakan bahasa Jepang secara aktif dalam berbagai situasi nyata. Tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi kebahasaan, program ini juga mendorong peserta memahami masyarakat dan budaya Jepang secara lebih mendalam, sekaligus merefleksikan identitas budaya negara asal melalui berbagai aktivitas akademik dan pertukaran budaya.
Melalui pengalaman tersebut, peserta dibekali kemampuan berpikir kritis, keterampilan bekerja sama dalam lingkungan multikultural, kepedulian terhadap keberagaman, serta wawasan global yang menjadi kompetensi penting bagi generasi muda di era internasional. Selama berada di Jepang, Iqbal mengikuti berbagai kelas intensif bahasa Jepang yang mengangkat isu-isu kontemporer, termasuk pembahasan mengenai Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam proses pembelajaran, peserta tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga mengembangkan keterampilan berdiskusi, berkolaborasi dalam kelompok internasional, serta menyampaikan presentasi mengenai hasil pembelajaran yang diperoleh selama program berlangsung.
Pengalaman belajar semakin kaya melalui berbagai kegiatan di luar kelas, seperti kunjungan ke institusi pendidikan dan organisasi mitra, study trip, pertukaran budaya bersama masyarakat lokal dan mahasiswa Jepang, hingga praktik langsung berbagai budaya tradisional Jepang. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menggunakan bahasa Jepang dalam konteks kehidupan sehari-hari sekaligus memperluas jejaring internasional dengan mahasiswa dari berbagai negara. Sebagai bagian dari program, seluruh peserta diwajibkan menyusun laporan akhir setelah kembali ke negara asal. Laporan tersebut menjadi bentuk refleksi atas pengalaman belajar yang diperoleh sekaligus memuat rencana kontribusi peserta dalam membagikan pengetahuan, pengalaman internasional, dan dampak program kepada komunitas akademik maupun masyarakat.
Iqbal mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diperolehnya.
“Program ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selain dapat meningkatkan kemampuan bahasa Jepang secara langsung di lingkungan penutur asli, saya juga belajar memahami budaya, cara berpikir, dan kehidupan masyarakat Jepang dari berbagai perspektif. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal untuk pengembangan akademik maupun profesional, sekaligus dapat saya bagikan kepada teman-teman dan lingkungan kampus setelah kembali ke Indonesia,” ungkapnya.
Keikutsertaan Iqbal dalam program internasional ini sejalan dengan komitmen Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya Sekolah Vokasi UGM untuk memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman belajar global. Melalui berbagai program internasional, DBSMB terus mendorong mahasiswa agar memiliki kompetensi kebahasaan, kemampuan adaptasi lintas budaya, serta jejaring internasional yang mendukung kesiapan mereka memasuki dunia kerja global.
Partisipasi Iqbal dalam Japanese Language Program for Counterpart Japanese Learners (University Students) Program 2025–2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini berkontribusi pada SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi bahasa, pengalaman belajar internasional, dan penguatan wawasan global mahasiswa. Interaksi dengan peserta dari berbagai negara juga mendukung SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dengan menumbuhkan sikap saling menghargai, toleransi, dan pemahaman lintas budaya. Selain itu, kolaborasi antara Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya Sekolah Vokasi UGM dengan The Japan Foundation mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing global.
