Yogyakarta (1/7) – Prestasi membanggakan kembali diraih sivitas akademika Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Fatmawati Djafri, S.S., M.A., Ph.D., dosen Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, berhasil terpilih sebagai penerima JF-JSA-ASEAN Fellowship Program, sebuah program fellowship internasional bergengsi yang diselenggarakan oleh The Japan Foundation dengan dukungan Japanese Studies Association of Southeast Asia (JSA-ASEAN).Melalui skema Short-Term Fellowship, Fatmawati Djafri memperoleh kesempatan melaksanakan penelitian akademik selama 70 hari, mulai 23 Maret 2026, di Waseda University, Tokyo, Jepang. Program ini memberikan pendanaan penuh yang mencakup biaya visa, transportasi internasional, serta biaya hidup selama pelaksanaan penelitian, sehingga memungkinkan penerima fellowship untuk berfokus pada pengembangan riset dan kolaborasi akademik di Jepang.
Dalam program tersebut, Fatmawati Djafri mengangkat penelitian berjudul Intercultural Communication Competence of Indonesian Students in Japan’s University and Language Policy to Promote Multicultural Education in Japan di bawah bimbingan Prof. Yoko Tateoka dari Graduate School of Applied Linguistics, Waseda University. Penelitian ini mengkaji kompetensi komunikasi antarbudaya mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi di Jepang sekaligus menelaah kebijakan bahasa yang mendukung pengembangan pendidikan multikultural di negara tersebut. Melalui penelitian ini diharapkan lahir rekomendasi akademik yang dapat memperkaya kajian komunikasi lintas budaya, kebijakan bahasa, dan pendidikan internasional, sekaligus memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia maupun Jepang.

JF-JSA-ASEAN Fellowship merupakan salah satu program pendanaan internasional yang bertujuan memperkuat hubungan akademik dan pertukaran intelektual antara Jepang dan negara-negara Asia Tenggara melalui pengembangan kajian Jepang. Program ini membuka ruang bagi para peneliti untuk membangun jejaring internasional, melakukan kolaborasi riset, serta memperluas perspektif akademik melalui interaksi langsung dengan akademisi dan institusi pendidikan tinggi di Jepang. Kehadiran fellowship ini juga menjadi wadah strategis dalam mendorong dialog ilmiah lintas negara dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan dan penelitian.
Dipilihnya Waseda University sebagai institusi tujuan semakin menegaskan kualitas program fellowship yang diikuti. Universitas yang berlokasi di Tokyo tersebut dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Jepang dengan reputasi internasional yang kuat dalam bidang pendidikan, penelitian, dan kolaborasi global. Lingkungan akademik yang unggul diharapkan mampu memperkaya pengalaman penelitian Fatmawati Djafri sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi DBSMB Sekolah Vokasi UGM. Keikutsertaan Fatmawati Djafri dalam fellowship internasional ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi pengembangan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui peningkatan kualitas penelitian, pengayaan materi pembelajaran, serta perluasan jejaring kolaborasi internasional. Pengalaman akademik yang diperoleh selama berada di Waseda University diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta inisiasi kolaborasi riset yang berkelanjutan antara UGM dan mitra akademik di Jepang.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti komitmen DBSMB Sekolah Vokasi UGM dalam mendorong dosen untuk terus berkiprah di tingkat internasional dan menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta penguatan hubungan akademik Indonesia dan Jepang. Partisipasi Fatmawati Djafri dalam JF-JSA-ASEAN Fellowship Program juga sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui peningkatan kapasitas dosen, penguatan kualitas riset, inovasi pembelajaran, dan transfer pengetahuan dari institusi bereputasi dunia, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 4 Pendidikan Berkualitas. Di sisi lain, penelitian yang mengangkat komunikasi antarbudaya dan pendidikan multikultural turut memperkuat dialog lintas budaya, saling pengertian, serta pengembangan institusi pendidikan yang inklusif sebagai bagian dari SDG 16 Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh. Selain itu, kolaborasi yang terjalin antara UGM, The Japan Foundation, JSA-ASEAN, dan Waseda University menjadi wujud nyata implementasi SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring penelitian, pertukaran akademik, dan kemitraan internasional yang berkelanjutan. Prestasi ini semakin mempertegas peran dosen DBSMB Sekolah Vokasi UGM dalam memperkuat reputasi akademik universitas di tingkat global sekaligus menghasilkan kolaborasi internasional yang memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang.