UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DEPARTEMEN BAHASA, SENI DAN MANAJEMEN BUDAYA

UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DBSMB

| | | | |

Prodi PARI SV UGM Perkuat Sinergi dengan Lembaga Kearsipan melalui Audiensi dan Penjajakan Kerja Sama Magang Berdampak

YOGYAKARTA — Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi (PARI), Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), terus memperkuat sinergi dengan lembaga kearsipan daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kota Magelang melalui audiensi, koordinasi kelembagaan, serta penjajakan kerja sama program Magang Berdampak.

Gambar 1. Audiensi dan penjajakan kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang
Gambar 1. Audiensi dan penjajakan kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang

Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam bidang pengelolaan arsip dan rekaman informasi. Penjajakan kemitraan mencakup Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY serta lembaga kearsipan daerah di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, Kota Yogyakarta, dan Kota Magelang.

Melalui kegiatan tersebut, Prodi PARI SV UGM berupaya membangun kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan kearsipan di lingkungan pemerintahan. Sinergi ini juga menjadi bagian dari komitmen pendidikan vokasi untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif, aplikatif, dan selaras dengan perkembangan kebutuhan profesional di bidang kearsipan.

Audiensi dan koordinasi kelembagaan dilaksanakan untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi berdasarkan kebutuhan, karakteristik, kewenangan, dan kapasitas masing-masing lembaga. Melalui dialog dan pertukaran gagasan, Prodi PARI SV UGM mendorong terbangunnya kesepahaman mengenai pentingnya integrasi antara pembelajaran akademik dan praktik profesional. Penjajakan ini sekaligus membuka peluang penyusunan kesepakatan kerja sama formal sebagai landasan pelaksanaan program yang terarah dan berkelanjutan.

Gambar 2. Proses audiensi penjajakan kemitraan
Gambar 2. Proses audiensi penjajakan kemitraan

Salah satu fokus utama penjajakan kemitraan adalah pengembangan program Magang Berdampak melalui kegiatan magang, praktek kerja lapangan, dan keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas pengelolaan arsip di lembaga mitra. Ruang lingkup pembelajaran potensial meliputi pengelolaan arsip dinamis aktif dan inaktif, arsip vital, arsip statis, preservasi dan akses arsip, pengelolaan arsip elektronik, pengembangan sumber daya manusia kearsipan, serta inovasi layanan kearsipan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing lembaga.

Melalui pembelajaran berbasis praktik tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan prinsip, standar, dan prosedur kearsipan di lingkungan kerja pemerintahan. Mahasiswa juga berkesempatan mengembangkan keterampilan teknis, kemampuan analitis, pemecahan masalah, etika profesi, serta pemahaman terhadap dinamika dan tantangan pengelolaan arsip. Dengan demikian, kegiatan magang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi operasional, tetapi juga mendorong mahasiswa memahami tata kelola kearsipan secara menyeluruh dan memberikan kontribusi sesuai kapasitasnya kepada lembaga mitra.

Selain mendukung pelaksanaan magang, kemitraan ini berpotensi dikembangkan melalui penelitian terapan dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan lembaga kearsipan. Sejumlah bidang yang dapat menjadi ruang kolaborasi antara lain transformasi digital kearsipan, tata kelola arsip elektronik, preservasi arsip, pengembangan sistem informasi kearsipan, serta peningkatan akses dan pemanfaatan arsip sebagai sumber informasi dan memori kolektif masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi kedua belah pihak, mulai dari rekomendasi perbaikan tata kelola, pengembangan model dan metode kerja, hingga inovasi layanan kearsipan. Keterlibatan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan nyata lembaga mitra juga membuka ruang bagi penerapan hasil penelitian dan pengembangan keilmuan secara lebih luas.

Penguatan sinergi ini sejalan dengan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan pembelajaran vokasi berbasis pengalaman kerja; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui dukungan terhadap tata kelola kearsipan yang profesional, transparan, dan akuntabel; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah.

Melalui pengembangan jejaring kemitraan dengan lembaga kearsipan di DIY dan Kota Magelang, Prodi PARI SV UGM menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pendidikan, penelitian, dan praktik profesional yang terintegrasi. Penjajakan kerja sama Magang Berdampak diharapkan menjadi fondasi bagi kolaborasi yang berkelanjutan, tidak hanya dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja, tetapi juga dalam mendukung pengembangan tata kelola kearsipan yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Similar Posts