UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DEPARTEMEN BAHASA, SENI DAN MANAJEMEN BUDAYA

UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DBSMB

| | | | | | | | |

Riset Dosen DBSMB SV UGM Bedah Strategi Kampanye “Feel the Rhythm of Korea” dalam Membangun Citra Pariwisata Digital

YOGYAKARTA (30/10) – Kampanye promosi digital kini menjadi salah satu instrumen utama dalam menggerakkan perekonomian berbasis pariwisata di era pasca pandemi. Memahami pentingnya hal tersebut, tim dosen Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada merampungkan penelitian berjudul “Analysis of the ‘Feel the Rhythm of Korea’ Campaign in Building South Korea’s Digital Tourism Image”.

Gambar 1. Cuplikan dari video “Feel the Rhythm of Korea”
Gambar 1. Cuplikan dari video “Feel the Rhythm of Korea”

Riset ini dilaksanakan sepanjang periode Mei hingga Oktober 2026 berlokasi di lingkungan Departemen Bahasa Seni dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) Yogyakarta. Penelitian yang didanai melalui skema Dana Masyarakat (Damas) Sekolah Vokasi UGM ini diketuai oleh Ummul Hasanah, S.S., M.A. (Dosen Program Studi Bahasa Inggris) bersama anggota tim peneliti Renci, S.S., M.A. dan Ayu, S.S., M.A. (Dosen Program Studi Bisnis Perjalanan Wisata). Ketiga peneliti yang juga mengampu mata kuliah Bahasa Korea di lingkungan DBSMB ini menganalisis keberhasilan Korea Tourism Organization (KTO) dalam mengemas ulang nation branding melalui media digital modern.

Latar Belakang dan Deskripsi Kegiatan Latar belakang riset ini berakar dari pergeseran paradigma promosi pariwisata global dari cara konvensional menuju narasi digital yang kreatif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen visual, audio, dan naratif yang menjadi kunci keberhasilan kampanye KTO, sekaligus merumuskan modul pembelajaran terapan bagi mahasiswa vokasi.

Rangkaian kegiatan penelitian dilakukan secara sistematis melalui studi literatur, analisis isi (content analysis) terhadap serangkaian video kampanye “Feel the Rhythm of Korea”, serta diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion) yang melibatkan mahasiswa prodi Bahasa Inggris dan Bisnis Perjalanan Wisata (BPW) sebagai asisten riset dan responden mahasiswa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perpaduan musik tradisional dengan sentuhan modern, koreografi yang unik, serta visualisasi destinasi lokal mampu menciptakan daya tarik promosi pariwisata digital yang efektif di tingkat global tanpa menghilangkan keaslian budaya lokal. Temuan tersebut juga diimplementasikan sebagai materi pembelajaran di DBSMB untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai komunikasi pemasaran, bahasa, dan pariwisata lintas budaya, sekaligus mengembangkan kemampuan dalam merancang strategi promosi berbasis media digital yang kompetitif. Selain itu, hasil penelitian memberikan wawasan bagi pengembangan model pemasaran pariwisata digital di Indonesia, khususnya dalam memperkuat promosi destinasi unggulan daerah melalui integrasi kreativitas, inovasi media, dan pelestarian identitas budaya lokal.

Kontribusi SDGs dan Dampak Kegiatan Inisiatif riset ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Melalui optimalisasi branding digital yang inovatif, sektor pariwisata dapat terus tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan. Strategi pemasaran digital yang tepat tidak hanya menarik minat wisatawan eksternal, tetapi juga membangkitkan ekonomi kreatif lokal, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat infrastruktur ekonomi berbasis media digital.

Dampak nyata dari kegiatan ini meliputi lahirnya luaran artikel ilmiah terindeks, pengayaan modul ajar berbasis kasus industri (case-based learning), serta tersusunnya panduan praktis strategi pariwisata digital yang dapat dirujuk oleh praktisi Hubungan Masyarakat (PR) dan pengelola destinasi wisata. Melalui kolaborasi lintas prodi antara Bahasa Inggris dan BPW, DBSMB SV UGM terus berkomitmen untuk menghasilkan riset-riset berbasis terapan yang menjawab tantangan industri kreatif global.

Similar Posts