UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DEPARTEMEN BAHASA, SENI DAN MANAJEMEN BUDAYA

UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DBSMB

| | | | |

Prodi Bahasa Jepang Kombispro SV UGM Petakan Kompetensi Kerja Mahasiswa Magang sebagai Dasar Evaluasi Kurikulum

YOGYAKARTA (30/10) – Pengalaman mahasiswa selama menjalani Praktik Industri menjadi sumber penting untuk mengevaluasi kesesuaian kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Hal ini mendorong Sa’idatun Nishfullayli, dosen Program Studi Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (Jepang Kombispro), Departemen Bahasa Seni dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), melakukan penelitian untuk memetakan aktivitas kerja dan kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa selama menjalani Praktik Industri di perusahaan-perusahaan Jepang.

Gambar 1. Mahasiswa Prodi Bahasa Jepang Kombispro lakukan magang industri
Gambar 1. Mahasiswa Prodi Bahasa Jepang Kombispro lakukan magang industri

Penelitian yang dimulai sejak pertengahan 2026 ini bertujuan memperoleh gambaran empiris mengenai penerapan kompetensi yang telah dipelajari mahasiswa di bangku kuliah serta keterampilan tambahan yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja profesional. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi salah satu dasar evaluasi dan pengembangan kurikulum agar semakin relevan dengan dinamika industri, khususnya sektor usaha yang melibatkan penggunaan bahasa Jepang. Penelitian melibatkan 28 mahasiswa yang menjalani Praktik Industri pada semester gasal tahun akademik 2026/2027 di sejumlah perusahaan Jepang yang berlokasi di kawasan industri KIIC Karawang, PIER Pasuruan, dan kawasan industri Semarang. Berdasarkan analisis awal terhadap logbook mahasiswa, ditemukan beragam aktivitas kerja yang dapat dikelompokkan ke dalam beberapa bidang, antara lain penerjemahan, komunikasi bisnis, administrasi, hubungan pelanggan, komunikasi digital, serta dukungan operasional dan penugasan khusus lainnya.

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa ruang lingkup pekerjaan mahasiswa jauh lebih luas daripada sekadar penerjemahan. Dalam bidang penerjemahan, mahasiswa menangani berbagai dokumen perusahaan, mulai dari dokumen operasional, standar kualitas dan keselamatan kerja, kebijakan perusahaan, dokumen sumber daya manusia, informasi produk, korespondensi bisnis, hingga materi pelatihan. Aktivitas ini menuntut penguasaan bahasa Jepang sekaligus pemahaman terhadap istilah teknis dan konteks komunikasi di lingkungan industri. Pada aspek komunikasi bisnis, mahasiswa terlibat dalam pelaporan dan koordinasi pekerjaan dengan menerapkan prinsip HoRenSo (報連相), yaitu Hokoku (報告 atau pelaporan), Renraku (連絡 atau komunikasi), dan Sodan (相談 atau konsultasi). Mereka juga berpartisipasi dalam rapat, pengarahan kerja, presentasi, serta komunikasi dengan karyawan Jepang, rekan kerja lokal, pemasok, pelanggan, dan tamu perusahaan. Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya kemampuan berkomunikasi secara profesional, memahami etika kerja, serta beradaptasi dengan budaya organisasi Jepang.

Sementara itu, pada bidang administrasi, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam penginputan data, pengarsipan, penyusunan laporan, serta pengelolaan dokumen pengadaan, pengiriman, keuangan, dan kepegawaian. Sejumlah mahasiswa juga mendapatkan penugasan dalam pendampingan tamu dan auditor, penyusunan materi pelatihan, pembuatan desain visual, pengembangan konten promosi, hingga penulisan artikel digital. Variasi pekerjaan ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan perlu mencakup kemampuan administratif, literasi digital, kreativitas, ketelitian, dan pemahaman terhadap proses bisnis perusahaan. Temuan awal tersebut mengindikasikan bahwa kebutuhan industri terhadap lulusan Bahasa Jepang Kombispro bersifat multidimensional. Penguasaan bahasa Jepang profesional perlu didukung kemampuan komunikasi lintas budaya, pemahaman alur kerja dan proses bisnis, keterampilan administrasi, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital. Dengan demikian, pembelajaran bahasa tidak hanya diarahkan pada penguasaan aspek kebahasaan, tetapi juga pada penerapannya dalam berbagai situasi kerja yang autentik.

Penelitian ini juga melibatkan dosen, mahasiswa peserta Praktik Industri, mentor, serta pihak industri untuk memperoleh perspektif yang lebih menyeluruh mengenai kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan tempat kerja. Penelitian yang masih berlangsung ini diharapkan menghasilkan bukti empiris yang dapat digunakan sebagai dasar perbaikan kurikulum pada tahun 2026. Penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui evaluasi dan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja serta pengalaman nyata mahasiswa selama Praktik Industri. Penelitian ini juga berkontribusi terhadap SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kompetensi profesional, komunikasi lintas budaya, dan kesiapan kerja lulusan agar sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, keterlibatan perguruan tinggi, mahasiswa, mentor, dan perusahaan dalam proses evaluasi mencerminkan dukungan terhadap SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri dalam meningkatkan relevansi dan kualitas pendidikan vokasi.

Melalui pemetaan tersebut, Prodi Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional SV UGM berupaya memperkuat keterkaitan antara proses pembelajaran dan kebutuhan industri. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pendidikan vokasi dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi dalam lingkungan kerja profesional, baik di perusahaan Jepang maupun organisasi yang memiliki hubungan bisnis dengan Jepang.

 

Similar Posts