Riset SV UGM Ungkap Strategi Jepang Komunikasikan Pariwisata Berkelanjutan melalui Situs Promosi Digital
YOGYAKARTA (27/8) Pengembangan pariwisata berkelanjutan tidak hanya membutuhkan kebijakan dan praktik yang ramah lingkungan, tetapi juga strategi komunikasi yang mampu membangun kepercayaan wisatawan. Penelitian tim peneliti Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), mengungkap strategi Jepang dalam mengomunikasikan pariwisata berkelanjutan melalui situs resmi promosi pariwisata japan.travel. Penelitian yang dilakukan oleh Tri Nuraniwati dan Lufi Wahidati, dengan melibatkan tiga mahasiswa, yaitu Anisah Hafizhah Fillah Mansyuruddin, Rahmalia Putri Husodo, dan Saffana Firdausy, ini menawarkan wawasan strategis bagi pengelola destinasi wisata dalam membangun narasi keberlanjutan yang autentik dan efektif.

Tim peneliti menggunakan pendekatan studi wacana berbasis korpus untuk menganalisis Japan Travel Corpus (JTC), yang mencakup sekitar 102.000 kata dari situs resmi promosi pariwisata Jepang. Dengan memanfaatkan fitur GraphColl pada perangkat lunak analisis korpus LancsBox X (Brezina & Platt, 2026), penelitian ini memetakan pola keterkaitan kata di sekitar dua istilah utama, yaitu sustainability (keberlanjutan) dan sustainable (berkelanjutan). Analisis tersebut membantu mengidentifikasi bagaimana Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (Japan National Tourism Organization/JNTO) membingkai pesan keberlanjutan kepada audiens internasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua istilah tersebut memiliki fungsi komunikasi yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Istilah sustainability digunakan sebagai penanda institusional atau penghargaan yang merepresentasikan komitmen dan kebijakan pariwisata pada tingkat yang lebih luas. Sementara itu, istilah sustainable digunakan secara lebih operasional untuk menjelaskan praktik konkret di lapangan, seperti perjalanan yang bertanggung jawab, pelestarian warisan budaya, dan pengelolaan bentang alam di berbagai wilayah Jepang. Pembedaan ini memperlihatkan bagaimana pesan mengenai komitmen keberlanjutan dapat dihubungkan dengan tindakan nyata yang dapat dipahami oleh wisatawan.

Temuan tersebut memberikan kontribusi terhadap kajian komunikasi keberlanjutan, khususnya dalam memahami cara nilai-nilai sosial dan ekologis yang berakar pada konteks lokal dapat disampaikan melalui kerangka komunikasi global. Pendekatan Jepang memperlihatkan bahwa komunikasi pariwisata berkelanjutan tidak harus berhenti pada penyampaian kebijakan atau penggunaan istilah yang populer secara internasional. Pesan keberlanjutan justru dapat dibangun melalui cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat, praktik pelestarian budaya, serta pengalaman wisata yang menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan. Strategi ini berpotensi mengurangi kesan promosi yang berlebihan dan memperkuat kredibilitas informasi destinasi.
Bagi organisasi manajemen destinasi (Destination Management Organization/DMO), baik di tingkat nasional maupun daerah, temuan penelitian ini dapat menjadi referensi dalam merancang strategi komunikasi pariwisata berkelanjutan. Pengelola destinasi di Indonesia, misalnya, dapat menerjemahkan kebijakan lingkungan ke dalam cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat, menampilkan pelestarian warisan budaya sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan, serta mengembangkan kegiatan partisipatif yang memungkinkan wisatawan berkontribusi positif bagi destinasi. Dengan demikian, komunikasi keberlanjutan tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran dan mendorong perilaku wisata yang bertanggung jawab.
Penelitian ini juga relevan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Melalui komunikasi yang menekankan praktik perjalanan bertanggung jawab, pelestarian sumber daya budaya dan alam, serta keterlibatan wisatawan dalam kegiatan positif, strategi promosi destinasi dapat mendukung penyebarluasan prinsip pariwisata berkelanjutan. Komunikasi yang tepat diharapkan turut mendorong wisatawan dan pelaku industri untuk lebih memperhatikan dampak aktivitas pariwisata terhadap lingkungan dan masyarakat.
Meski berfokus pada teks digital berbahasa Inggris di situs japan.travel, penelitian ini membuka peluang bagi pengembangan kajian komunikasi pariwisata berbasis data digital. Penelitian selanjutnya dapat memperluas analisis melalui perbandingan lintas bahasa antara media promosi domestik dan internasional, kajian wacana visual multimodal, serta studi penerimaan audiens untuk mengetahui pengaruh strategi komunikasi terhadap persepsi, citra destinasi, dan perilaku wisatawan. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan komunikasi pariwisata yang lebih kredibel, kontekstual, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Penulis : Tri Nuraniwati