![]()

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda global yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan pada tahun 2030. Salah satu pilar utama SDGs adalah peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi (United Nations, 2015). Dalam konteks lokal, penerapan teknologi digital di sektor pariwisata memiliki peran signifikan dalam mendukung tujuan SDG nomor 1, terkait no poverty dan nomor 8, yakni Decent Work and Economic Growth. Kadilangu, yang terletak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, merupakan salah satu destinasi wisata religi yang dikenal luas melalui kompleks Makam Sunan Kalijaga. Tradisi penjamasan pusaka Sunan Kalijaga menjadi daya tarik budaya yang memiliki potensi ekonomi dan spiritual tinggi. Namun, belum optimalnya digitalisasi dalam promosi dan manajemen kegiatan penjamasan menyebabkan potensi ekonomi daerah tersebut belum sepenuhnya tergali. Oleh karena itu, pengembangan Aplikasi Penjamasan Pusaka Berbasis Android menjadi inovasi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal berbasis pariwisata digital.
Pencapaian SDGs di sektor pariwisata tidak hanya mencakup pelestarian budaya dan lingkungan, tetapi juga peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui transformasi digital (Gössling & Hall, 2019). Penerapan smart tourism dan teknologi informasi mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan destinasi serta memperluas akses pasar wisata (Buhalis & Amaranggana, 2015). Dalam konteks Kadilangu, digitalisasi melalui aplikasi Android dapat memperkuat aspek inklusivitas ekonomi dengan memberikan akses yang lebih luas kepada pelaku usaha lokal, seperti penjual suvenir, pengrajin, dan pemandu wisata. Aplikasi tersebut juga dapat menyediakan informasi terintegrasi mengenai jadwal penjamasan pusaka, sejarah budaya, serta sistem reservasi daring bagi wisatawan.
Aplikasi Penjamasan Pusaka Berbasis Android berperan sebagai jembatan antara nilai-nilai budaya dan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Dari perspektif ekonomi, aplikasi ini memilikitiga manfaat utama:
- Meningkatkan Promosi dan Kunjungan Wisatawan – Digitalisasi informasi kegiatan penjamasan memungkinkan penyebaran promosi secara luas melalui media sosial dan mobile platform.
- Pemberdayaan UMKM Lokal – Dengan adanya fitur katalog produk lokal dalam aplikasi, pengrajin dan pedagang suvenir di Kadilangu dapat memasarkan produk mereka secara daring.
- Efisiensi Manajemen dan Transparansi Kegiatan Keagamaan – Aplikasi Android memungkinkan sistem pendaftaran peserta penjamasan yang lebih tertib dan transparan.
Implementasi Aplikasi Penjamasan Pusaka secara langsung mendukung pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membuka peluang kerja bagi masyarakat di sektor pariwisata digital, ekonomi kreatif, serta jasa pendukung lainnya. Selain itu, aplikasi ini juga memperkuat Infrastruktur, Industri, dan Inovasi dengan mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan warisan budaya. Lebih jauh, aplikasi ini turut mendorong kota dan komunitas berkelanjutan) karena mampu meningkatkan ketahanan sosial-budaya masyarakat melalui pelestarian tradisi penjamasan pusaka (Widiastuti et al., 2023).
Pemanfaatan aplikasi Android dalam sektor pariwisata religi memberikan dampak ekonomi multiplikatif. Pertama, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan menciptakan efek berganda pada sektor transportasi, kuliner, dan akomodasi. Kedua, peningkatan transaksi digital dalam aplikasi memperluas ekosistem ekonomi berbasis teknologi di daerah pedesaan. Ketiga, aplikasi tersebut membuka peluang kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas keagamaan, dan sektor swasta dalam pengembangan wisata berbasis budaya.
Kesimpulan
Penerapan Aplikasi Penjamasan Pusaka Berbasis Android merupakan langkah inovatif yang selaras dengan semangat SDGs, khususnya dalam mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui transformasi digital di sektor pariwisata religi. Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan peningkatan transparansi pengelolaan kegiatan keagamaan.
Daftar Pustaka
- Buhalis, D., & Amaranggana, A. (2015). Smart tourism destinations enhancing tourism experience through personalization of services. In Z. Xiang & I. Tussyadiah (Eds.), Information and Communication Technologies in Tourism 2015 (pp. 377–389). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-14343-9_28
- Gössling, S., & Hall, C. M. (2019). Sustainable tourism: A global perspective. Routledge.
- Putra, I. D. G. A., & Nugroho, S. (2022). Digitalisasi promosi wisata religi dan dampaknya terhadap ekonomi lokal. Jurnal Pariwisata dan Teknologi, 10(2), 45–57.
- Sugiharto, B. (2020). Pengelolaan destinasi wisata religi berbasis teknologi informasi. Jurnal Manajemen Pariwisata Indonesia, 8(1), 23–34.
Penulis: Fatkurrohman