Gambar 1. Foto tim KM bersama dengan Kepala SMPN 2 Kretek
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa untuk memperluas dampak pengabdian masyarakat di empat kabupaten dan satu kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan dekat dengan kehidupan remaja, EduAction Bantul hadir sebagai wadah pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan hidup. Selama dua hari pelaksanaan, para siswa mengikuti berbagai kelas inspirasi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap jenjang. Siswa kelas VII mendapatkan pelatihan public speaking untuk meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan berkomunikasi di depan umum. Sementara itu, siswa kelas VIII mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan bekerja sama dalam memecahkan masalah.
Bagi siswa kelas IX, kegiatan difokuskan pada edukasi mengenai kenakalan remaja dan perlindungan diri yang disampaikan oleh Guntur. Materi ini diberikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi masa transisi menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi sekaligus membantu mereka memahami berbagai tantangan sosial yang mungkin dihadapi pada masa remaja. Melalui berbagai aktivitas tersebut, EduAction Bantul berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menghadirkan akses pembelajaran yang inklusif, relevan, dan mampu mendukung pengembangan potensi generasi muda secara holistik.
Tidak hanya menjadi ruang belajar, EduAction Bantul juga menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi lintas komunitas mampu menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Keterlibatan organisasi mahasiswa, komunitas kepemudaan, dan para relawan dari berbagai latar belakang mencerminkan implementasi SDGs Tujuan 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya sinergi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Kepala SMPN 2 Kretek, Setyo Mawarto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, kegiatan EduAction memberikan energi positif yang mampu membangkitkan semangat belajar siswa sekaligus memperkaya pengalaman mereka di luar kegiatan pembelajaran formal.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran para relawan yang telah berbagi ilmu, pengalaman, dan motivasi kepada siswa-siswi kami. Semoga program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak manfaat yang dirasakan oleh para pelajar,” ungkapnya.
Ketua Pelaksana EduAction Bantul, Luthfia Ramadhani, menuturkan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh relawan yang memiliki visi yang sama untuk menghadirkan pendidikan yang dekat dengan dunia remaja.
“EduAction dirancang agar siswa dapat belajar dengan cara yang menyenangkan sekaligus memperoleh wawasan yang relevan dengan kehidupan mereka. Antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program pengabdian yang bermanfaat,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Farras Firdausy, Hidayah Tranaka, dan M. Asruri Faishal menilai bahwa kolaborasi lintas organisasi dan komunitas menjadi kekuatan utama dalam memperluas dampak pendidikan kepada masyarakat. Sementara itu, Daffa Fadhillah Andrizal, Sekretaris Jenderal KM DBSMB UGM, menegaskan bahwa EduAction Bantul merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan mahasiswa dalam menghadirkan program pengabdian yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi pelajar di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan aksi berbagi nasi berkah Jumat kepada masyarakat di sekitar masjid lingkungan sekolah serta fun match bola voli antara relawan dan siswa yang berlangsung meriah. Pertandingan persahabatan tersebut tidak hanya menghadirkan suasana penuh kegembiraan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara relawan dan peserta kegiatan.
Melalui EduAction Bantul, para relawan membuktikan bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai pihak untuk bergerak bersama menciptakan perubahan. Dengan semangat kolaborasi tanpa sekat, program ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang percaya diri, kritis, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. EduAction Bantul tidak hanya menjadi ruang belajar yang inspiratif bagi para siswa, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui berbagai kelas pengembangan diri dan edukasi remaja, program ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Kehadiran relawan dari berbagai organisasi juga memperluas akses pendidikan yang inklusif sesuai dengan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Sementara itu, kolaborasi antara mahasiswa, komunitas pemuda, sekolah, dan masyarakat menjadi wujud implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam membangun generasi muda yang berdaya dan berkarakter.