• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Email UGM
Universitas Gadjah Mada DEPARTEMEN BAHASA, SENI, DAN MANAJEMEN BUDAYA
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Sambutan Ketua Departemen
    • Visi dan Misi
    • Sejarah
    • Struktur Organisasi
    • Pengelola
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
  • Pendidikan
    • Kalender Akademik TA 2024/2025
    • Program Sarjana Terapan
      • Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi
      • Program Studi Bisnis Perjalanan Wisata
      • Program Studi Bahasa Inggris
      • Program Studi Bahasa Jepang
    • Program Magister Terapan
      • Pengembangan Atraksi Wisata
  • Kemahasiswaan
    • Pengumuman
    • Pelayanan Mahasiswa
      • Permintaan Surat Akademik
      • Surat Keterangan Aktif Kuliah
      • Surat Bebas Perpustakaan DBSMB
      • Upload Berkas Yudisium DBSMB
      • Alur Pendaftaran Wisuda
      • Ketentuan Foto Wisuda
    • Kegiatan Mahasiswa
  • Alumni
    • Sertifikat Akreditasi
    • Tracer Study For User
      • Kuesioner Pengguna Lulusan DBSMB
      • HASIL DAN ANALISIS TRACER STUDY
  • Penelitian & Pengabdian
    • Informasi Penelitian
      • Pengumuman Hibah Penelitian Damas
      • Pengumuman Penerima Hibah Penelitian Damas
    • Informasi Pengabdian pada Masyarakat
      • Pengumuman Hibah Pengabdian Pada Masyarakat Damas
      • Pengumuman Penerima Hibah Pengabdian Pada Masyarakat Damas
    • Karya Penelitian Dosen
    • Jurnal DBSMB
  • Survei Layanan
    • Kuesioner Kepuasan Pemangku Kepentingan
    • Kuesioner Pengguna Lulusan DBSMB
    • Kuesioner Kepuasan Mitra Kerja Sama
    • Kuesioner Kepuasan Kegiatan Pengabdian DBSMB
    • Kuesioner Kepuasan Mitra Pengabdian DBSMB
    • HASIL DAN ANALISIS TRACER STUDY
    • Hasil Analisis Kepuasan Pemangku Kepentingan
  • Home
  • Berita Utama

Museum Hidup Menghidupkan Kembali Tradisi Lokal: Langkah Menuju SDGs di Desa Sambeng

  • Berita Utama, Rilis Berita, SDGs
  • 16 October 2024, 10.58
  • By : Admin DBSMB

 

Desa Sambeng, Magelang, Jawa Tengah, kini menjadi pionir dalam pelestarian budaya lokal melalui konsep ecomuseum, sebuah pendekatan wisata berkelanjutan yang memadukan tradisi, edukasi, dan konservasi lingkungan. Dengan narasi unik “Nelayan Tanpa Perahu,” Desa Sambeng menghidupkan kembali budaya masyarakat tepian Sungai Progo, membawa angin segar dalam upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Doc: Ayudira Pradati
Doc: Ayudira Pradati

Menghidupkan Tradisi untuk Masa Depan

Melalui ecomuseum, Desa Sambeng telah membangun berbagai atraksi seperti Museum Nelayan Tanpa Perahu, Wisata Gethek, hingga Dolanan Kerakyatan (DOKAR Sambeng). Museum ini tidak hanya menyimpan koleksi alat tangkap tradisional tetapi juga menyajikan pengalaman interaktif, seperti belajar membuat jala dan memahami sejarah lokal. Upaya ini selaras dengan SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), mendorong pelestarian warisan budaya sekaligus memperkuat identitas lokal.

Keterlibatan Komunitas, Kunci Kesuksesan

Keberhasilan ecomuseum di Desa Sambeng tidak lepas dari keterlibatan aktif masyarakat. Kelompok sadar wisata (Pokdarwis), UMKM, hingga karang taruna bahu-membahu menjaga keberlanjutan program ini. Hal ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan komunitas melalui pariwisata.

Tantangan dan Peluang

Walau potensi besar terlihat, tantangan tetap ada. Keberlanjutan finansial dan harmonisasi antara elemen budaya dan lingkungan menjadi isu yang harus diatasi. Namun, keberadaan ecomuseum ini menawarkan peluang besar sebagai model diversifikasi wisata yang mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengurangan dampak lingkungan dari aktivitas wisata massal.

Inspirasi untuk Wilayah Lain

Desa Sambeng menjadi contoh bagaimana budaya dan tradisi lokal dapat diangkat sebagai solusi inovatif untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Melalui konsep museum hidup ini, masyarakat tidak hanya melestarikan warisan leluhur tetapi juga menciptakan dampak positif bagi generasi mendatang.

Dengan langkah kecil yang besar dampaknya, Desa Sambeng menunjukkan bahwa tradisi lokal bukan hanya kenangan masa lalu, tetapi juga kunci untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Kriteria SDGs:

  1. SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan): Pelestarian warisan budaya lokal melalui ecomuseum mendukung tujuan ini dengan mempromosikan keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan di tingkat komunitas.
  2. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Konsep ecomuseum menciptakan lapangan kerja baru melalui aktivitas wisata berbasis budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

 

Penulis: Muhamad Sidiq Wicaksono

Tags: SDGs 11 Kota Dan Komunitas Yang Berkelanjutan SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related Posts

DOSEN UGM DAN UNY MELAKSANAKAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DALAM PROGRAM INOVASI SENI NUSANTARA YANG DIDANAI OLEH KEMENDIKTISAINTEK

Berita UtamaRilis BeritaSDGsUncategorized Friday, 5 December 2025

Tim PISN bersama mitra sasaran dalam diskusi dan latihan perdana tanggal 29 Oktober 2025 Dokumentasi: M. Aulia Akbar, 2025 Tahun 2025 ini Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia menyelenggarakan Program Inovasi Seni […].

TIM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SEKOLAH VOKASI UGM MELAKSANAKAN BENCHMARKING BERSAMA MITRA SASARAN KE DESA WISATA WUKIRSARI, IMOGIRI

Berita UtamaRilis BeritaSDGs Monday, 1 December 2025

Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Warga Pedukuhan Beku, dan Pengelola Desa Wisata Wukirsasi Dokumentasi oleh Jenis Shafa (2025) Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Sekolah Vokasi UGM tahun 2025 di Pedukuhan Beku, Kelurahan Banjarharjo, Kalibawang, Kulon Progo […].

Film “JUDOL” Karya Pemuda Demangrejo Didukung SV UGM Resmi Tayang di Bioskop Rakyat

Berita Utamadan Kelembagaan yang TangguhKeadilanRilis BeritaSDGsSDGs 16 Perdamaian Wednesday, 12 November 2025

Kulon Progo, 2025 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Bahasa Inggris, Departemen Bahasa, Seni dan Manajemen Budaya (DBSMB), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) bersama Pemerintah Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, […].

Pembangunan Kapasitas Sumber Manusia Pariwisata Melalui Studi Tiru

Berita UtamaRilis BeritaSDGs Tuesday, 11 November 2025

  Dalam upaya signifikan untuk meningkatkan pengembangan komunitas dan mempromosikan pariwisata berkelanjutan, tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Bisnis Perjalanan Wisata menyelenggarakan kegiatan studi tiru bagi pengelola Rumah Jamu Menoreh di Kulon Progo.

Berita Terakhir

  • Kunjungan Kochi College National Institute of Technology ke Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya: Implementasi Kerja Sama Internasional pada Bidang Pendidikan Vokasional
  • Perkuat Internasionalisasi, DBSMB Gandeng Professor Susan McKemmish sebagai Adjunct Professor
  • Prodi Bahasa Jepang Kombispro SV UGM bersama IALF Mengadakan Kuliah Umum Bahasa Inggris Komunikasi Antar Budaya
  • Program Studi Bisnis Perjalanan Wisata Kembali Ditunjuk sebagai Calon Penerima PDDIKTI Award 2025
  • Mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang Kombispro, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada Raih Juara 1 Lomba Kanji Zenkoku Taikai 2025
Universitas Gadjah Mada

Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya
Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
Sekip Unit 1 Catur Tunggal Depok Sleman Yogyakarta, Indonesia. 55281
dbsmb.sv@ugm.ac.id
+62 (0274) 589750

© Universitas Gadjah Mada

Peta SitusPeta SitusPeta SitusPenyangkalanPenyangkalanPenyangkalanKontakKontakKontak