Karawang, 22 Oktober 2025 — Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM), menginisiasi dan memperkuat hubungan kerja sama yang mencakup pengembangan pendidikan, penyediaan program magang bagi mahasiswa, serta keterlibatan praktisi industri dalam kegiatan pengajaran. Kolaborasi ini juga merupakan kelanjutan dari penelitian bersama yang telah dilakukan sejak September 2024 antara tim peneliti SV UGM dan sejumlah mitra industri di kawasan KIIC.
Agenda acara meliputi sosialisasi dan diskusi dalam bentuk Partnership Gathering antara Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Jepang (Kombispro) dengan para mitra, yang diikuti oleh 22 perusahaan di kawasan KIIC, di antaranya: PT KCF Indonesia, PT Teraoka Seisakusho Indonesia, PT Ajinomoto Indonesia (Karawang Factory), PT NIFCO Indonesia, PT Penstone Auto Indonesia, PT Boltz Indonesia, PT DNP Indonesia, PT Indonesia Kyouei Saikyu, PT Asahi Forge Indonesia, PT Saitama Stamping Indonesia, PT NBC Indonesia, PT Hiruta Kogyo Indonesia, PT TRIX Indonesia, PT Fuji Seat Indonesia, PT Kao Indonesia Chemicals, PT Minda ASEAN Automotive, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Unipres Indonesia, dan FCC Indonesia.
Kebutuhan penutur bahasa Jepang di Indonesia masih sangat tinggi, khususnya di kawasan KIIC. Oleh karena itu, Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Jepang (Kombispro) berperan menjembatani dunia industri dan pendidikan vokasi sebagai langkah berkelanjutan dalam mengintegrasikan kebutuhan kompetensi bahasa Jepang dengan pengembangan kemampuan mahasiswa.
Sebagai bentuk komitmen kedua belah pihak, turut diadakan sesi penandatanganan MoU antara Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Jepang (Kombispro) dengan PT Hiruta Kogyo Indonesia serta PT Teraoka Seisakusho Indonesia, yang berlangsung di Graha KIIC, Karawang, Jawa Barat.
Sekretaris Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya SV UGM, Fatmawati Djafri, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompleks dan dinamis.
“Kolaborasi ini merupakan cara kita menjawab tantangan dunia kerja saat ini yang semakin kompleks dan dinamis. Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi lintas budaya, khususnya budaya Jepang dalam konteks komunikasi bisnis dan profesional,” ujar Fatmawati.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Bahasa Jepang SV UGM berharap kemitraan yang telah terjalin dapat semakin kuat dan berkelanjutan dalam berbagai bidang kolaborasi, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis industri, penelitian terapan, hingga penyediaan tempat magang yang relevan dengan kebutuhan bahasa Jepang di dunia kerja.


