


Yogyakarta, Oktober 2025 — Tim peneliti dari Prodi Bisnis Perjalanan Wisata, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada tengah melaksanakan penelitian bertajuk “Analisis Potensi dan Pengembangan Wisata Berbasis Senior Tourism di Yogyakarta” sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan destinasi yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini secara khusus menyoroti kesiapan destinasi wisata di Yogyakarta dan sekitarnya dalam melayani wisatawan lanjut usia (lansia), sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian dilakukan melalui observasi langsung ke sejumlah destinasi seperti Museum Sonobudoyo, Benteng Vredeberg, dan Monumen Jogja Kembali. Tim peneliti juga melakukan wawancara mendalam dengan pengelola wisata, komunitas lansia, untuk memetakan tantangan dan peluang dalam pengembangan layanan wisata ramah lansia.
“Pendekatan wisata berbasis lansia bukan hanya soal fasilitas, tapi juga soal pemenuhan hak atas rekreasi, kesehatan mental, dan partisipasi sosial para lansia,” ujar Arina Pramusita, koordinator kegiatan penelitian.Penelitian ini menyoroti bahwa kebutuhan lansia dalam berwisata meliputi aksesibilitas yang baik, aktivitas yang ringan namun bermakna, layanan informasi yang jelas, serta suasana yang nyaman. Hasil sementara menunjukkan bahwa beberapa destinasi di Yogyakarta sudah menunjukkan potensi kuat, namun masih terdapat tantangan dalam hal infrastruktur ramah lansia dan integrasi layanan pendukung seperti transportasi dan pemandu khusus. Penelitian ini akan memberikan kontribusi terhadap tiga poin utama dari SDGs yaitu :
- SDG 3 – Good Health and Well-being
Wisata lansia terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup, mencegah isolasi sosial, dan mendukung kesehatan mental melalui aktivitas rekreatif dan sosial. - SDG 8 – Decent Work and Economic Growth
Pengembangan sektor senior tourism membuka peluang ekonomi baru, mulai dari pelatihan pemandu wisata lansia hingga pengembangan produk dan layanan khusus lansia. - SDG 11 – Sustainable Cities and Communities
Dengan mendorong kota yang ramah lansia, destinasi wisata menjadi lebih inklusif, aman, dan nyaman bagi semua usia.
Penulis: Arina Pramusita