
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 22/10/2026 — Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (Kombispro), Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa evaluasi dan pendampingan penyusunan kurikulum bahasa Jepang untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perguruan Cikini-KIIC (SMK PerCik-KIIC) yang berlokasi di kawasan industri Karawang. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu sekolah dalam menyusun kurikulum bahasa Jepang yang selaras dengan kebutuhan dunia industri, khususnya perusahaan Jepang yang banyak beroperasi di wilayah tersebut.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama, yang telah dilaksanakan pada tahun 2024, berfokus pada evaluasi kurikulum bahasa Jepang yang telah digunakan di SMK serta penelitian mengenai penggunaan bahasa Jepang oleh lulusan SMK di perusahaan Jepang. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperbarui kurikulum agar lebih menekankan pada kompetensi komunikasi praktis dan penggunaan bahasa yang relevan dengan lingkungan kerja industri.
Memasuki tahap kedua pada tahun 2025, tim pengabdian melanjutkan kegiatan dengan pendampingan penyusunan kurikulum bahasa Jepang. Pada tahap ini, tim mengundang dua pakar nasional, yaitu Ketua Asosiasi Guru Bahasa Jepang Indonesia (AGBJI) Lussy Novarida Ridwan, M.Pd., dan dosen Universitas Negeri Jakarta, Viana Meilani Prasetio, S.S., M.Pd. Keduanya merupakan tokoh yang ditunjuk oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen untuk menyusun panduan mata pelajaran Bahasa Jepang.

Para pakar tersebut bersama guru SMK PerCik-KIIC, yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian, melaksanakan diskusi daring (online) untuk membahas penyusunan kurikulum yang menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik di SMK dan tuntutan dunia kerja.
Sebagai tindak lanjut, guru-guru SMK PerCik-KIIC diberikan tugas untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran Bahasa Jepang, dengan bimbingan dari dosen tim pengabdi Prodi Bahasa Jepang Kombispro. Hasil penyusunan RPP tersebut kemudian didiskusikan dan dievaluasi bersama dalam sesi pendampingan berikutnya untuk memastikan kesesuaian dengan standar pembelajaran serta kebutuhan industri.

Tim pengabdian ini berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara guru SMK dan perguruan tinggi. Tahap akhir kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2026, dengan fokus pada implementasi dan evaluasi hasil penerapan kurikulum di kelas. Melalui program pengabdian ini, Prodi Bahasa Jepang Kombispro berharap dapat berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Jepang di tingkat SMK serta memperkuat jejaring kerja sama antara institusi pendidikan dan industri.
Teks: Tim Pengabdian Bahasa Jepang Kombispro