UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DEPARTEMEN BAHASA, SENI DAN MANAJEMEN BUDAYA

UNIVERSITAS GADJAH MADA
SEKOLAH VOKASI
DBSMB

| | | |

Riset SV UGM Rancang Paket Wisata Religi Berbasis Pengalaman di Dusun Mlangi

Yogyakarta (30/10) Dusun Mlangi, Nogotirto, Gamping, Kabupaten Sleman, memiliki potensi wisata religi yang memadukan sejarah Islam, kehidupan pesantren, serta budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat. Potensi tersebut menjadi dasar penelitian Dr. Fatkurrohman, S.IP., M.Si., CHE, dan Carlos Iban, S.S., M.Sc., dosen Program Studi Bisnis Perjalanan Wisata (BPW) Departemen Bahasa Seni dan Manajemen Budaya (DBSMB) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) dalam merancang paket wisata religi berbasis experiential tourism atau pariwisata berbasis pengalaman.

Gambar 1. Diskusi peneliti dengan tokoh masyarakat Mlangi
Gambar 1. Diskusi peneliti dengan tokoh masyarakat Mlangi

Iman sebagai daya tarik wisata yang tidak hanya menawarkan kunjungan dan ziarah, tetapi juga pengalaman belajar mengenai sejarah, tradisi, dan kehidupan masyarakat setempat. Melalui pendekatan experiential tourism, wisatawan diajak untuk terlibat secara langsung dalam aktivitas pembelajaran, interaksi dengan masyarakat, serta pengenalan kuliner dan kerajinan lokal. Dengan demikian, perjalanan wisata diharapkan memberikan pengalaman yang lebih bermakna sekaligus tetap menghormati nilai-nilai keagamaan dan kesakralan lingkungan setempat.

Perancangan paket wisata diawali dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh masyarakat Mlangi pada 12 Juli 2026. Kegiatan dilanjutkan dengan pemetaan potensi destinasi, fasilitas, aksesibilitas, pelaku usaha lokal, serta kesiapan masyarakat dalam menerima kunjungan wisatawan.

Berdasarkan hasil pemetaan, peneliti mengusulkan paket wisata sehari bertema “Menelusuri Jejak Keilmuan dan Kehidupan Religi Mlangi”. Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan sejarah Masjid Pathok Negoro, kunjungan dan ziarah ke makam Kyai Nur Iman, menikmati kuliner lokal, serta mengikuti dialog bersama masyarakat dan lokakarya kuliner atau kerajinan. Seluruh aktivitas dirancang dengan memperhatikan tata krama dan ketentuan yang berlaku di lingkungan masyarakat Mlangi.

Penelitian ini juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama kegiatan wisata. Pemandu lokal, penyedia kuliner, pengrajin, pemuda, dan pelaku usaha setempat berpeluang memperoleh manfaat ekonomi melalui penyediaan berbagai layanan wisata. Pengelolaan paket perlu didukung pembagian pekerjaan dan imbalan yang adil, pelatihan keterampilan, serta mekanisme usaha yang transparan. Rancangan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pengembangan wisata religi diharapkan dapat membuka peluang kerja, memperkuat usaha mikro dan kecil, serta meningkatkan pemasaran produk dan budaya lokal. Dengan pengelolaan yang partisipatif, potensi wisata Mlangi dapat dikembangkan tanpa mengabaikan nilai keagamaan dan kepentingan masyarakat.

Melalui penelitian ini, pengembangan wisata religi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan daya tarik kunjungan, tetapi juga membangun kegiatan pariwisata yang memberikan manfaat ekonomi secara adil dan berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Mlangi.

Similar Posts