Yayasan Irama Tjitra Hidupkan Nilai Tradisi melalui Pementasan Jamadagni Mokswa di Keraton Yogyakarta
Yogyakarta (30/10) – Yayasan Irama Tjitra menghadirkan pementasan Jamadagni Mokswa di Keraton Yogyakarta sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi melalui seni pertunjukan. Pementasan ini menunjukkan bagaimana cerita tradisional dapat dikembangkan menjadi karya seni yang relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini tanpa meninggalkan akar budayanya. Penelitian yang dilakukan oleh Cerry Surya Pradana, dosen Program Studi D4 Bisnis Perjalanan Wisata (BPW), Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), mengangkat peran naskah dalam menghidupkan nilai-nilai tradisi melalui pementasan Jamadagni Mokswa oleh Yayasan Irama Tjitra di Keraton Yogyakarta.

Keraton Yogyakarta sebagai lokasi pementasan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertunjukan, tetapi juga menghadirkan ruang simbolis yang kaya akan nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya Jawa. Pementasan di Bangsal Srimanganti tersebut mempertemukan narasi pewayangan dengan lingkungan budaya yang memiliki keterkaitan erat dengan tradisi seni dan kehidupan masyarakat Yogyakarta.
Salah satu aspek menarik dalam pementasan ini adalah peran naskah dalam proses menghidupkan teks ke konteks. Cerita tradisional tidak sekadar diterjemahkan ke dalam dialog dan adegan, tetapi diinterpretasikan kembali dengan mempertimbangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta relevansinya dengan persoalan kehidupan manusia masa kini. Melalui proses tersebut, naskah menjadi penghubung antara warisan cerita masa lalu dan pengalaman sosial penonton.

Penelitian ini berkontribusi terhadap SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), khususnya target pelestarian warisan budaya dunia dan budaya lokal. Melalui kajian terhadap pementasan Jamadagni Mokswa oleh Yayasan Irama Tjitra di Keraton Yogyakarta, penelitian Cerry Surya Pradana menunjukkan pentingnya interpretasi kreatif terhadap naskah tradisional sebagai upaya menghidupkan nilai-nilai budaya agar tetap relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini. Pendekatan ini mendorong keberlanjutan seni pertunjukan tradisional sekaligus memperkuat identitas dan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya Jawa.