
Tim peneliti dari Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diketuai oleh Fatmawati Djafri, S.S., M.A., Ph.D., melakukan penelitian bertema “Analisis Metode Membaca Kritis (Critical Reading) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Pembelajar Bahasa Jepang di Perguruan Tinggi di Indonesia.”
Penelitian ini merupakan bagian dari komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 4 yaitu Quality Education, yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat.
Dr. Fatmawati Djafri menjelaskan bahwa kemampuan berpikir kritis dan kompetensi antarbudaya menjadi dua keterampilan utama yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran bahasa asing di era globalisasi. Melalui penerapan metode membaca kritis, mahasiswa tidak hanya dilatih memahami teks secara linguistik, tetapi juga menganalisis makna, konteks sosial, serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
“Metode membaca kritis mendorong mahasiswa untuk lebih reflektif dan analitis dalam memahami teks. Dengan demikian, mereka tidak sekadar belajar bahasa, tetapi juga belajar memahami cara berpikir dan nilai-nilai masyarakat lain — hal ini yang menjadi inti dari kompetensi komunikasi antarbudaya,”
ungkap Dr. Fatmawati Djafri, ketua tim peneliti sekaligus dosen pengajar Bahasa Jepang di Sekolah Vokasi UGM.
Penelitian ini melibatkan mahasiswa pembelajar bahasa Jepang di Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Jepang untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional dengan pendekatan kualitatif. Hasil awal menunjukkan bahwa penerapan metode membaca kritis secara sistematis mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, memperkaya pemahaman budaya lintas negara, serta memperkuat kompetensi komunikasi global yang dibutuhkan di dunia kerja dan masyarakat multikultural.
Selain memberikan kontribusi akademik, penelitian ini juga memperkuat peran UGM sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen terhadap pencapaian SDGs, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kami berharap penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam pengembangan model pembelajaran bahasa asing di Indonesia yang berorientasi pada pendidikan holistik — tidak hanya mengasah keterampilan bahasa, tetapi juga membentuk karakter dan pemikiran kritis mahasiswa,”
tambah Dr. Fatmawati.
Melalui berbagai kegiatan riset dan inovasi yang dilakukan oleh sivitas akademika, UGM terus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, berkeadilan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Kata kunci: Universitas Gadjah Mada, Sekolah Vokasi, SDG 4, Quality Education, Critical Reading, Berpikir Kritis, Komunikasi Antarbudaya, Pembelajaran Bahasa Jepang, Pendidikan Tinggi.
Penulis: Fatmawati Djafri