• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Email UGM
Universitas Gadjah Mada DEPARTEMEN BAHASA, SENI, DAN MANAJEMEN BUDAYA
Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Sambutan Ketua Departemen
    • Visi dan Misi
    • Sejarah
    • Struktur Organisasi
    • Pengelola
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
  • Pendidikan
    • Kalender Akademik TA 2024/2025
    • Program Sarjana Terapan
      • Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi
      • Program Studi Bisnis Perjalanan Wisata
      • Program Studi Bahasa Inggris
      • Program Studi Bahasa Jepang
    • Program Magister Terapan
      • Pengembangan Atraksi Wisata
  • Kemahasiswaan
    • Pengumuman
    • Pelayanan Mahasiswa
      • Permintaan Surat Akademik
      • Surat Keterangan Aktif Kuliah
      • Surat Bebas Perpustakaan DBSMB
      • Upload Berkas Yudisium DBSMB
      • Alur Pendaftaran Wisuda
      • Ketentuan Foto Wisuda
    • Kegiatan Mahasiswa
  • Alumni
    • Sertifikat Akreditasi
    • Tracer Study For User
      • Kuesioner Pengguna Lulusan DBSMB
      • HASIL DAN ANALISIS TRACER STUDY
  • Penelitian & Pengabdian
    • Informasi Penelitian
      • Pengumuman Hibah Penelitian Damas
      • Pengumuman Penerima Hibah Penelitian Damas
    • Informasi Pengabdian pada Masyarakat
      • Pengumuman Hibah Pengabdian Pada Masyarakat Damas
      • Pengumuman Penerima Hibah Pengabdian Pada Masyarakat Damas
    • Karya Penelitian Dosen
    • Jurnal DBSMB
  • Survei Layanan
    • Kuesioner Kepuasan Pemangku Kepentingan
    • Kuesioner Pengguna Lulusan DBSMB
    • Kuesioner Kepuasan Mitra Kerja Sama
    • Kuesioner Kepuasan Kegiatan Pengabdian DBSMB
    • Kuesioner Kepuasan Mitra Pengabdian DBSMB
    • HASIL DAN ANALISIS TRACER STUDY
    • Hasil Analisis Kepuasan Pemangku Kepentingan
  • Home
  • Berita Utama

Menjembatani Budaya dan Iman – Kisah Pekerja Migran Muslim Indonesia dalam Budaya Nomikai Jepang

  • Berita Utama, Rilis Berita, SDGs
  • 28 October 2025, 10.23
  • By : Admin DBSMB

 

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 20/10/2025 — Tradisi nomikai atau pertemuan minum bersama merupakan bagian penting dari budaya komunikasi di Jepang. Dalam konteks sosial dan profesional, nomikai berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan antar rekan kerja maupun atasan. Namun, bagi pekerja migran Muslim asal Indonesia—terutama perempuan—tradisi ini sering kali menimbulkan dilema kultural dan religius.

(foto: iklan salah satu produk minuman beralkohol pada dinding kereta yang diambil peneliti pada tahun 2018)
(foto: iklan salah satu produk minuman beralkohol pada dinding kereta yang diambil peneliti pada tahun 2018)

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bagaimana perempuan Muslim Indonesia di Jepang menegosiasikan identitas keagamaannya di tengah tuntutan budaya yang berbeda. Melalui pendekatan naratif dengan desain studi kasus tunggal, penelitian ini menyoroti pengalaman hidup seorang perempuan Muslim Indonesia yang bekerja dan menetap di Jepang, serta bagaimana ia beradaptasi dengan budaya nomikai tanpa kehilangan nilai-nilai Islam yang diyakininya.

Peneliti melakukan wawancara mendalam untuk menggali makna partisipasi subjek dalam kegiatan nomikai dan bagaimana proses tersebut membentuk identitas serta cara pandangnya terhadap perbedaan budaya. Analisis dilakukan dengan kerangka interpretatif untuk menemukan esensi pengalaman dan proses pembentukan makna yang dialami.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nomikai bukan sekadar ajang minum-minum, tetapi juga ruang kompleks tempat terjadi negosiasi identitas dan pertukaran nilai. Subjek penelitian menemukan cara untuk tetap terlibat secara sosial tanpa melanggar keyakinan agamanya, misalnya dengan hadir untuk membangun relasi, namun tetap menegaskan batasan sesuai nilai Islam.

Temuan ini sejalan dengan berbagai kajian sebelumnya mengenai adaptasi lintas budaya, yang menegaskan bahwa negosiasi identitas tidak selalu berujung pada kehilangan jati diri. Sebaliknya, proses tersebut dapat memperkuat ketahanan pribadi (resilience), afirmasi nilai-nilai diri, dan kemampuan berinteraksi secara inklusif dengan budaya lain.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan dalam budaya lokal tidak harus bertentangan dengan identitas religius. Dalam kasus ini, nomikai justru menjadi ruang naratif bagi afirmasi diri dan pemberdayaan lintas budaya. Kisah ini menggambarkan bagaimana seorang perempuan Muslim dapat membangun jembatan antara iman dan budaya, serta menemukan makna baru dalam perjalanan hidupnya di negeri orang.

 

Penulis: Lufi Wahidati

 

 

Tags: SDGs 10 Berkurangnya Kesenjangan

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related Posts

Kolaborasi Riset UiTM Malaysia dan UGM Angkat Isu Kesetaraan Gender dan Kepemimpinan Akademik

Berita UtamaRilis BeritaSDGs Friday, 31 October 2025

Yogyakarta, Januari 2025. Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia menjalin kolaborasi penelitian lintas negara untuk mengkaji dinamika komunikasi gender dan kepemimpinan di lingkungan pendidikan tinggi.

UGM Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Profesionalisme Pegawai Melalui Pelatihan Bahasa Inggris

Berita UtamaSDGsSDGs 4 Pendidikan Bermutu Wednesday, 29 October 2025

Yogyakarta, 29 Oktober 2025 — Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui penelitian inovatif yang menyoroti pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi pegawai universitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan bahasa Inggris tidak […].

Yogyakarta Dorong Pengembangan Wisata Ramah Lansia, Wujudkan Pariwisata Inklusif dan Berkelanjutan

Berita UtamaRilis BeritaSDGs Wednesday, 29 October 2025

    Yogyakarta, Oktober 2025,  Yogyakarta tengah menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata yang inklusif bagi semua usia melalui pengembangan wisata ramah lansia atau senior tourism. Hasil penelitian terbaru dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada menunjukkan […].

Dilema Nomikai: Menjaga Identitas Muslim Indonesia di Dunia Kerja Jepang

Berita UtamaRilis BeritaUncategorized Monday, 6 October 2025

  Yogyakarta, 4 Oktober 2025 – Sebuah studi naratif baru menyoroti bagaimana seorang migran Muslim Indonesia di Jepang menghadapi tantangan budaya dalam lingkungan kerja, khususnya terkait tradisi nomikai—acara minum bersama rekan kerja yang umum di […].

Berita Terakhir

  • Kunjungan Kochi College National Institute of Technology ke Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya: Implementasi Kerja Sama Internasional pada Bidang Pendidikan Vokasional
  • Perkuat Internasionalisasi, DBSMB Gandeng Professor Susan McKemmish sebagai Adjunct Professor
  • Prodi Bahasa Jepang Kombispro SV UGM bersama IALF Mengadakan Kuliah Umum Bahasa Inggris Komunikasi Antar Budaya
  • Program Studi Bisnis Perjalanan Wisata Kembali Ditunjuk sebagai Calon Penerima PDDIKTI Award 2025
  • Mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang Kombispro, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada Raih Juara 1 Lomba Kanji Zenkoku Taikai 2025
Universitas Gadjah Mada

Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya
Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
Sekip Unit 1 Catur Tunggal Depok Sleman Yogyakarta, Indonesia. 55281
dbsmb.sv@ugm.ac.id
+62 (0274) 589750

© Universitas Gadjah Mada

Peta SitusPeta SitusPeta SitusPenyangkalanPenyangkalanPenyangkalanKontakKontakKontak