Gambar 1. Pengajar bahasa Korea di Indonesia berkumpul dalam Konferensi Internasional Pendidik Bahasa Korea Dunia di Seoul
Seoul, Korea Selatan (16/7) – Dosen Program Studi Sarjana Terapan Bisnis Perjalanan Wisata Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya (DBSMB), Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) sekaligus pengajar King Sejong Institute Yogyakarta, Theresia Avila Rencidiptya Gitanati Firstantin, S.S., M.A., CHE memperoleh undangan Konferensi Internasional Pendidik Bahasa Korea se-Dunia yang diselenggarakan oleh King Sejong Institute Foundation (KSIF) di Lotte Hotel World, Seoul, Korea Selatan. Kegiatan internasional yang berlangsung pada 13–16 Juli 2026 ini mempertemukan pengajar bahasa Korea, peneliti, serta pengelola King Sejong Institute dari berbagai negara untuk berbagi praktik terbaik dalam pembelajaran bahasa dan budaya Korea.
Selama empat hari pelaksanaan, konferensi menghadirkan berbagai seminar, lokakarya, dan diskusi yang membahas perkembangan terkini dalam pengajaran bahasa Korea sebagai bahasa asing. Agenda utama meliputi seminar mengenai pemanfaatan konten dalam pembelajaran bahasa Korea, strategi pertukaran budaya Korea melalui komunikasi dua arah (two-way cultural communication), hingga diskusi mengenai inovasi metode pengajaran bahasa Korea yang relevan dengan kebutuhan pembelajar di berbagai negara.
Selain sesi akademik, peserta juga mengikuti berbagai pelatihan budaya (cultural immersion) yang dirancang untuk memperkaya pengalaman mengajar. Kegiatan tersebut meliputi workshop K-Beauty, pelatihan pembuatan hidangan penutup (dessert) khas Korea, serta kerajinan tangan tradisional Korea. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa tidak dapat dipisahkan dari pemahaman terhadap budaya yang melatarbelakanginya sehingga peserta memperoleh pengalaman langsung yang dapat diadaptasi ke dalam proses pembelajaran di institusi masing-masing.


Menurut Theresia, konferensi ini menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring akademik sekaligus mempelajari berbagai inovasi pembelajaran yang telah diterapkan oleh para pengajar bahasa Korea dari berbagai belahan dunia.
“Forum ini memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk saling belajar dan bertukar pengalaman mengenai strategi pembelajaran bahasa Korea yang efektif. Saya memperoleh banyak inspirasi mengenai pemanfaatan konten budaya, teknologi, serta pendekatan komunikasi dua arah yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Korea di UGM. Saya berharap jejaring yang terbangun melalui konferensi ini dapat membuka peluang kolaborasi akademik dan penelitian di masa mendatang,” ujar Theresia.
Partisipasi dosen SV UGM dalam forum internasional tersebut mempertegas komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui internasionalisasi, penguatan jejaring akademik global, serta pengembangan kompetensi dosen yang mampu mengintegrasikan bahasa, budaya, dan inovasi pembelajaran dalam pendidikan vokasi.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas pendidik dan inovasi pembelajaran, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi internasional antar perguruan tinggi dan lembaga pendidikan global, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi dan pengembangan metode pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.