



TELUK WONDAMA – Dosen Program Studi Bisnis Perjalanan Wisata, Sekolah Vokasi (SV) Universitas Gadjah Mada (UGM), Carlos Iban, S.S., M.Sc., HTS., CHE., terlibat sebagai tenaga ahli dalam penyusunan Master Plan Destinasi Pariwisata Pantai Rowor di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara tim Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK), Departemen Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik UGM dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Teluk Wondama. Penelitian untuk penyusunan rencana induk ini dilaksanakan selama delapan bulan, dimulai dari Desember 2024 hingga Juli 2025. Fokus utamanya adalah merancang pengembangan pariwisata yang tidak hanya meningkatkan perekonomian daerah tetapi juga sejalan dengan prinsip-prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Pantai Rowor, yang berada di dalam Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC), memiliki potensi ekologis yang tinggi. Peran Carlos Iban sebagai tenaga ahli pariwisata difokuskan untuk memastikan bahwa rencana pengembangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal (SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) sekaligus menjamin perlindungan ekosistem laut dan pesisir (SDG 14: Ekosistem Lautan). Selain itu, master plan ini juga dirancang untuk meningkatkan kapasitas warga dan tata kelola, sejalan dengan upaya pemberdayaan masyarakat lokal (SDG 1: Tanpa Kemiskinan) dan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan (SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Hasil penelitian dan master plan tersebut dipresentasikan secara resmi di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama pada 28 Agustus 2025.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Teluk Wondama, Christian Mambor, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim UGM. “Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim UGM. Master plan ini sangat komprehensif dan memberikan kami arah yang jelas untuk mengembangkan Pantai Rowor secara berkelanjutan, menjaga alamnya, sekaligus menyejahterakan masyarakat kami,” ujar Christian Mambor. Puncak acara ditandai dengan penyerahan dokumen Laporan Akhir Master Plan yang diterima secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Wondama, Aser Waroy. Penerimaan ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti rekomendasi dalam rencana induk tersebut. Dengan adanya master plan ini, pengembangan Pantai Rowor diharapkan dapat menjadi model destinasi ekowisata di Papua Barat yang mengedepankan kelestarian lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat.
Penulis: Carlos Iban