Gambar 1. Tim Mahasiswa Pengabdian bersama dengan Dukuh Beku
Kulon Progo (7/6) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Sarjana Terapan Bisnis Perjalanan Wisata, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kunjungan lapangan ke Padukuhan Beku, Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Dipimpin oleh Dr. Cerry Surya Pradana, kegiatan ini bertujuan melakukan pendataan dan identifikasi aset serta sumber daya lokal sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan desa wisata berbasis potensi masyarakat.Kegiatan diawali dengan diskusi bersama Kepala Dukuh Beku, Suranto, serta tokoh masyarakat untuk menggali informasi mengenai sejarah, kondisi sosial, dan potensi unggulan desa. Selanjutnya, tim melakukan observasi lapangan dengan mengunjungi berbagai titik strategis yang berpotensi dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
Hasil identifikasi menunjukkan bahwa Padukuhan Beku memiliki kekayaan sumber daya lokal yang beragam. Di sektor kuliner, masyarakat secara mandiri memproduksi makanan khas Kulon Progo, seperti geblek, slondok rasa bawang (sloang), gula aren, hingga keripik pisang dengan berbagai varian rasa. Seluruh produk tersebut dikelola oleh warga secara swadaya sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

Selain potensi ekonomi kreatif, Padukuhan Beku juga memiliki nilai sejarah yang kuat melalui keberadaan Makam Nyi Ageng Serang, salah satu tokoh pahlawan nasional yang menjadi ikon kawasan. Situs bersejarah ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi dan sejarah yang berpadu dengan pengalaman budaya lokal.

Pendataan yang dilakukan tim tidak hanya berfokus pada inventarisasi aset, tetapi juga menjadi langkah awal dalam merancang konsep pengembangan destinasi yang mengedepankan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama. Dengan pendekatan berbasis potensi lokal, pengembangan pariwisata diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sebagai salah satu luaran kegiatan, tim juga menyusun video profil Padukuhan Beku yang menampilkan potensi alam, budaya, sejarah, serta produk unggulan masyarakat. Video ini diharapkan menjadi media promosi yang efektif untuk memperkenalkan Padukuhan Beku kepada masyarakat luas, sekaligus mendukung sistem informasi desa dalam membangun citra sebagai destinasi wisata berbasis komunitas.
Program pengabdian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam merancang pengembangan kawasan secara partisipatif. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.
Di sisi lain, kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong penguatan ekonomi lokal melalui optimalisasi usaha mikro berbasis potensi desa. Pengembangan produk kuliner, kerajinan, dan jasa wisata diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja yang inklusif.
Tidak kalah penting, keberadaan Makam Nyi Ageng Serang sebagai warisan sejarah serta upaya penyusunan video profil desa menjadi bagian dari implementasi SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). Melalui pelestarian warisan budaya dan pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab, Padukuhan Beku diharapkan mampu tumbuh sebagai desa wisata yang tetap menjaga identitas lokal sekaligus memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan budaya bagi masyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Sekolah Vokasi UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi melalui kolaborasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pendekatan berbasis potensi lokal yang diterapkan di Padukuhan Beku diharapkan dapat menjadi pondasi dalam mewujudkan destinasi wisata yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berakar pada kekuatan komunitas setempat.
Penulis: Elisabetthina Br. Sitepu
Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Bisnis Perjalanan Wisata dan Anggota Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada.